Banyak Rumah Dinas di Kota Semarang Mangkrak Tak Ditempati, Ini Kata Wakil Ketua DPRD

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Joko Santoso, menyoroti banyaknya rumas dinas yang mangkrak karena tidak ditempati.

Banyak Rumah Dinas di Kota Semarang Mangkrak Tak Ditempati, Ini Kata Wakil Ketua DPRD
TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
Wakil Ketua DPDR Semarang, Joko Santoso (Kanan) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang, Joko Santoso, menyoroti banyaknya rumas dinas yang mangkrak karena tidak ditempati.

Paling banyak adalah rumah dinas untuk lurah dan camat.

Terdapat 177 Kelurahan dan 16 Kecamatan di Kota Semarang.

Setiap lurah dan camat mendapat jatah rumah dinas di wilayah tugasnya masing-masing.

Namun dari jumlah tersebut, mayoritas para pejabat memilih tinggal di rumah pribadi yang justru berada di luar wilayah tugas.

"Pada pemerintahan Wali Kota Sukawi Sutarip, Kota Semarang pernah mencanangkan setiap Kelurahan maupun Kecamatan wajib memiliki rumah dinas. Hingga masa pemerintahan Wali Kota Soemarmo, setiap lurah dan camat diwajibkan menempati rumah dinas agar pelayanan maksimal," katanya di kantor DPRD Kota Semarang, Rabu (30/5).

Akan tetapi, dari sepengetahuannya saat ini kurang lebih 80 persen rumah dinas lurah maupun camat justru tidak ditempati.

Padahal adanya fasilitas rumah dinas tersebut diharapkan dapat memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat secara langsung.

Sekarang ini, lanjutnya, lurah maupun camat cenderung hanya bekerja sesuai dengan jam kerja.

Halaman
123
Penulis: m zaenal arifin
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved