Rabu, 29 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Di Hotel Alana Solo, Ada Miniatur Masjid dari Ribuan Kue Kering

Di Hotel Alana Solo, Karanganyar, mereka menyambutnya dengan memajang miniatur masjid yang disusun dari ribuan kue kering.

Penulis: akbar hari mukti | Editor: m nur huda
Tribun jateng/akbar hari mukti
Miniatur masjid dari kue kering di Hotel Alana Solo, Karanganyar, Rabu (30/5/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Ada beragam cara yang dapat dilakukan untuk menyambut Ramadan.

Di Hotel Alana Solo, Karanganyar, mereka menyambutnya dengan memajang miniatur masjid yang disusun dari ribuan kue kering.

Jumlah kue kering yang dipakai untuk menyusun miniatur masjid ini pun telah dihitung sedemikian rupa. Jumlahnya ada 1.439 keping kue berjenis meringue, atau kue kering khas Perancis.

Director of Sales The Alana Hotel & Convention Center Solo, Marcelina menuturkan bila jumlah itu disesuaikan dengan Ramadan 2018 atau 1.439 waktu penanggalan hijriyah.

Miniatur masjid dari kue kering di Hotel Alana Solo, Karanganyar, Rabu (30/5/2018).
Miniatur masjid dari kue kering di Hotel Alana Solo, Karanganyar, Rabu (30/5/2018). (Tribun jateng/akbar hari mukti)

"Ini merupakan tahun ketiga kami merayakan bulan suci Ramadan. Di tahun kemarin kami juga membuat miniatur masjid, tetapi kali ini lebih unik karena menyusunnya memakai bahan kue kering," terangnya, Rabu (30/5/2018).

Menurutnya ada 5 chef yang bertugas untuk membuat adonan kue, membuat kue dan menyusunnya menjadi miniatur masjid di hotel tersebut.Adapun bentuk miniatur masjid ini disebut mirip konsep Masjid Taman Sriwedari Solo yang akan segera dibangun Pemkot Solo. Yakni empat menara di tiap sudut masjid.

"Tinggi miniatur ini dua meter, lalu lebarnya sekitar empat meter. Pengerjaan dilakukan selama dua minggu sebelum bulan Ramadan sehingga saat Ramadan tiba, miniatur sudah jadi dan dipajang di lobby hotel," papar dia.

Menurutnya dalam membuat miniatur ini, para chef membutuhkan 10 kilogram cokelat dan 50 kilogram butter untuk menjadikannya 1.439 kue kering.

Disinggung mengapa memilih miniatur masjid dengan bahan kue, Marcelina mengaku hal tersebut punya makna tersendiri.

Kue, menurutnya adalah makanan yang manis. Dengan menyusun kue-kue menjadi miniatur masjid, pihaknya menilai hal tersebut bermakna bahwa bulan Ramadan adalah bulan yang manis karena masyarakat menjalankan ibadah puasa dan semakin mendekatkan diri kepadaNya.

Lebih jauh, ia menuturkan miniatur masjid ini akan dipajang hingga Ramadan berakhir. (Ahm)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved