Breaking News:

Menkominfo Sebut Ada 4.078 Konten Radikal Diblokir

Kementerian Komunikasi dan Informatika telah memblokir 4.078 konten bermuatan radikalisme dan terorisme.

Editor: Catur waskito Edy
Tribun Jateng/akbar hari murti
Rudiantara saat diwawancara usai acara Festival Media 2017 di Graha Solo Raya, Kamis (23/11/2017). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika telah memblokir 4.078 konten bermuatan radikalisme dan terorisme.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan, setelah peristiwa serangan teror di Surabaya, Jawa Timur, pada 13 Mei 2018, marak konten radikalisme.

Sampai dengan 30 Mei 2018, ucap Rudiantara, pihaknya telah memblokir ribuan konten.

Baik website maupun media sosial.

"Ada 4.078 konten yang diblokir baik itu website maupun akun media sosial," ujar Rudiantara di Gedung Kemenkominfo, Jakarta Pusat, Kamis (31/5/2018).

Kini, Kememkominfo masih menelusuri dan melakukan verifikasi puluhan ribu konten yang ditengarai bermuatan radikalisme dan terorisme.

"Selain itu ada 20 ribu konten yang sedang diverifikasi," kata Rudiantara.

Rudiantara menerangkan, konten radikalisme dan terorisme beredar di platform media sosial seperti Facebook dan Instagram. 

Menurutnya, konten mulai marak pada 21 Mei 2018 lalu, namun mulai menurun hingga akhir bulan.

"Bahkan kemarin yang di-take down hanya 40 konten," ucapnya.

Rudiantara juga memblokir akses terhadap uletin Al Fatihin terbitan Islamic State yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia.

"Al Fatihin ada 70-an hingga 80-an versi yang beredar. Kita blokir semuanya," imbuh Rudiantara. (*)

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved