Menlu Rusia Kunjungi Korea Utara

Dalam pertemuan tersebut akan dibahas, mulai dari masalah program nuklir Korea Utara, serta membahas kerja sama bilateral

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kiri), dan Presiden Korea Selatan Moon Jae In berpegangan tangan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Antar-Korea di Panmunjom, Jumat (27/4/2018).(AFP/KOREAN BROADCASTING SYSTEM) 

TRIBUNJATENG.COM, PYONGYANG - Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, dijadwalkan berkunjung ke Korea Utara untuk bertemu kompatriotnya, Ri Yong Ho, Kamis (31/5) hari ini.
Melansir dari SCMP, kunjungan tersebut bakal menjadi kunjungan resmi menteri Rusia ke Republik Rakyat Demokratik Korea (DPRK).

Demikian dilaporkan kantor berita Korea Utara.

Dalam pertemuan tersebut akan dibahas, mulai dari masalah program nuklir Korea Utara, serta membahas kerja sama bilateral antara Moskwa dengan Pyongyang dan masalah internasional utama lainnya.

Kunjungan tersebut akan menjadi pertemuan kedua antara dua menteri luar negeri, setelah sebelumnya Menlu Korea Utara, Ri Yong Ho, yang terbang ke Moskwa, pada bulan Mei lalu, untuk berbicara dengan Lavrov.

Kunjungan Lavrov ke Korea Utara dilangsungkan di tengah persiapan Pyongyang menggelar pertemuan tingkat tinggi dengan AS, yang awalnya dijadwalkan di Singapura, pada 12 Juni mendatang. Rencana pertemuan itu sempat mengalami pasang surut, bahkan diumumkan batal, meski persiapan kini kembali dilanjutkan.

Presiden Rusia, Vladimir Putin, sebelumnya juga menyerukan agar Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, tetap bertahan pada meja perundingan dengan Presiden AS, Donald Trump.

AS menghendaki agar Kim segera menyerahkan program senjata nuklirnya dengan imbalan pencabutan sanksi dan pemberian bantuan ekonomi.

Namun, Korea Utara masih mempertimbangkan untuk denuklirisasi karena khawatir akan kehilangan pertahanannya, sementara militer AS masih berada di Korea Selatan.

"Denuklirisasi Korea Utara haruslah dengan memberikan jaminan kedaulatan yang tak dapat diganggu gugat untuk rezim Kim Jong Un," kata Putin.

"Jika Anda tidak berperilaku agresif dan tidak menyudutkan Korea Utara, hasil yang diharapkan bakal tercapai lebih cepat dari yang dipikirkan banyak orang dan dengan biaya yang lebih murah," tambahnya. (tribunjateng/cetak/kps)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved