Pengungsi Banjir Rob Harus Waspadai Air Kencing Tikus

Tim kesehatan siaga 24 jam dari Rabu (23/5) lalu untuk melayani para pengungsi dan masyarakat terdampak rob di Kota Pekalongan.

Pengungsi Banjir Rob Harus Waspadai Air Kencing Tikus
Tribun Jateng/Budi Susanto
Paket sembako yang akan dibagikan ke masyarakat terdampak rob di Kecamatan Pekalongan Utara dan Barat, tengah disiapkan di pelataran GOR Jatayu, Rabu (30/5/2018). 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Tim kesehatan siaga 24 jam dari Rabu (23/5) lalu untuk melayani para pengungsi dan masyarakat terdampak rob di Kota Pekalongan.

Adapun dua posko kesehatan disiapkan di GOR Jatayu dan Kantor Kecamatan Pekalongan Utara.
Dengan armada lengkap dan petugas medis tim kesehatan yang terdiri dari berbagai rumah sakit yang ada di Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan juga mendatangi lokasi-lokasi pengungsian.

Dokter Muhammad Zulham Faza yang berjaga di posko kesehatan GOR Jatayu, mengimbau, masyarakat harus waspada terhadap bakteri Leptospira dari kotoran binatang terutama air kencing tikus.

Petugas dari Polres Pekalongan Kota dan Kodim 0710 mengawal pemindahan warga binaan di Lapas Kelas II A, Rabu (23/5/2018).
Petugas dari Polres Pekalongan Kota dan Kodim 0710 mengawal pemindahan warga binaan di Lapas Kelas II A, Rabu (23/5/2018). (budi susanto)

"Masyarakat terdampak rob harus selalu menjaga kebersihan, jika tidak bisa terserang penyakit Leptospirosis dari bakteri Leptospira," jelasnya, Rabu (30/5).

Ia menjelaskan, bakteri Leptospira ada di kotoran ataupun air kencing tikus yang kerap menyerang saat terjadi rob ataupun banjir.

"Gejala awalnya hanya demam selama satu hingga tiga hari, setelah itu selaput mata menguning dan semakin parah jika didiamkan, bahkan bisa mengancam jiwa manusia," paparnya.

Untuk itu, dokter Faza menghimbau jika masyarakat terdampak rob mulai terserang deman segera melapor ke petugas kesehatan yang berjaga ataupun yang berkeliling di lokasi bencana.

Irjen Pol Condro Kirono saat mengunjungi lokasi pengungsian rob di Gor Jatayu Kota Pekalongan, Senin (28/5/2018).
Irjen Pol Condro Kirono saat mengunjungi lokasi pengungsian rob di Gor Jatayu Kota Pekalongan, Senin (28/5/2018). (TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO)

"Karena harus segera ditangani jangan sampai terlambat, yang paling penting masyarakat harus menjaga kebersihan walaupun saat terjadi bencana," imbuhnya.

Ia juga menerangkan dari Rabu (29/5) pukul 21.00 WIB, hingga kini tim kesehatan yang berjaga di GOR Jatayu telah menangani tiga orang yang terserang gatal-gatal, batuk dan flu.

"Hari ini hanya itu, untuk penyakit lain belum ada, apapun keluhan masyarakat terkait kesehatan akan kami tangani. Karena kami dibantu pihak Rumah Sakit Bendan, Al Kharomah, Junet dan Puskesmas yang ada di Kota Pekalongan untuk memantau kesehatan masyarakat terdampak rob," timpalnya.

Halaman
12
Penulis: budi susanto
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved