Breaking News:

REKTOR UNDIP: Pekan Depan, Prof Suteki Dibebastugaskan Dari Jabatannya

Rektor Undip Semarang, Prof Dr Yos Johan Utama menginformasikan kabar terbaru terkait proses sidang etik terhadap Guru Besar Fakultas Hukum Undip

Penulis: deni setiawan | Editor: Catur waskito Edy
YOUTUBE
Rektor Undip Prof Dr Yos Johan Utama 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Rektor Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Prof Dr Yos Johan Utama menginformasikan kabar terbaru terkait proses sidang etik terhadap Guru Besar Fakultas Hukum Undip Prof  Suteki yang saat ini masih terus dilaksanakan.

Informasi yang merupakan bagian dari Undip dalam menyikapi ramainya perbincangan publik atas beberapa postingan kontroversial oleh Prof Sutek pada akun Facebook pribadinya itu, disampaikan Rektor di sela waktu saat bertemu para awak media di Gama Ikan Bakar dan Seafood Kota Semarang, Kamis (31/5/2018) petang.

Kepada para awak media bagian Pendidikan Kota Semarang, dia menyampaikan apabila sidang etik yang dikomandani Dewan Kehormatan Kode Etik (DKKE) Universitas yang dilaksanakan sejak Senin (23/5/2018) hingga saat ini masih berjalan dan belum dapat dipastikan kapan akan selesai.

“Masih dilakukan. Dan perlu diketahui, ada dua hal yang sedang dijalankan. Yakni sidang atas dugaan pelanggaran etika dan satunya lagi terkait dugaan pelanggaran disiplin sebagai aparatur sipil negara (ASN),” kata Prof Yos Johan kepada Tribunjateng.com, Kamis (31/5/2018) petang.

Dimana, menurutnya, seluruh proses sidang tersebut, khususnya terkait kedisiplinan mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin ASN.

“Ya memang seperti yang telah diketahui publik, postingan-postingan yang bersangkutan seakan-akan beralifiansi pada anti NKRI, anti Pancasila, maupun bertentangan dengan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Itu yang sedang kami cari tahu kepastiannya melalui DKKE,” tandasnya.

Menurutnya, dalam proses tersebut pihaknya tidak bisa serta-merta secara cepat memutuskan. Perlu kehati-hatian dalam mengambil sikap apalagi memutuskan sesuatu. Tak terlepas dari itu pula, apa yang terjadi itu bakal dijadikan pelajaran berharga bagi civitas akademika di Lingkungan Undip Semarang.

“Dan sesuai tata aturan yang berlaku, kami pun telah memutuskan untuk sementara waktu membebastugaskan kepada yang bersangkutan dari jabatan yang saat ini melekat. Tujuannya agar semua proses pun bisa berjalan secara baik serta fair,” tandasnya.

Guru Besar Fakultas Hukum Undip Semarang itu menambahkan, seperti mungkin telah diketahui publik pula, saat ini yang bersangkutan di Undip menjabat sebagai Ketua Program Magister Ilmu Hukum. Jabatan itulah yang sementara waktu ini dibebastugaskan.

“Suratnya sudah kami tandatangani dan berlaku mulai pekan depan atau 6 Juni 2018 mendatang. Adapun masa berlakunya, hingga ada keputusan atau hasil dari sidang DKKE Universitas yang saat ini masih dilaksanakan,” tukasnya.

Dia pun kembali menegaskan, keputusan pimpinan Undip tersebut berlaku untuk seluruh pejabat yang ada di Lingkungan Kampus Undip, seandainya ada sesuatu hal permasalahan. Termasuk dugaan melakukan tindak pelanggaran etika maupun disiplin.

“Kami meminta seluruh pihak bersabar menanti. Kami pun telah menyerahkan kewenangan sepenuhnya kepada DKKE. Hasilnya seperti apa. Apakah terbukti melanggar atau tidak, tunggu saja,” pintanya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved