Breaking News:

Yos Ingin Kumpulkan Rektor se-Indonesia Bahas Soal Radikalisme

Memang cukup memprihatinkan bagi kami atas pernyataan BNPT RI beberapa waktu lalu dalam forum diskusi di Jakarta itu

Penulis: deni setiawan | Editor: Catur waskito Edy
YOUTUBE
Rektor Undip Prof Dr Yos Johan Utama 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI) Prof Dr Yos Johan Utama berencana dalam waktu dekat ini mengundang serta mengumpulkan para rektor perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia melalui forum yang saat ini sedang dipimpinnya.

Bukan lantaran kampus yang saat ini dianggap oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI, masuk ke dalam 7 perguruan tinggi negeri yang telah terpapar paham radikalisme, melainkan ingin mengajak diskusi guna bersama-sama bisa menyelesaikan masalah bangsa tersebut.

“Memang cukup memprihatinkan bagi kami atas pernyataan BNPT RI beberapa waktu lalu dalam forum diskusi di Jakarta itu. Tentu yang disampaikan itu sesuai data, tetapi kami coba minta data tersebut,” kata Rektor Universitas Diponegoro (Undip) Semarang itu,Jumat (1/6).

Dia mengaku memiliki harapan besar dari penyelenggaraan diskusi FRI tersebut, ada pencerahan dan dapat semakin mendalam langkah atau upaya apa saja yang bisa dilakukan secara bersama-sama agar paham radikalisme tidak semakin menggerogoti, masuk ke perguruan tinggi.

Seperti diketahui bersama belum lama ini, Direktur BNPT Hamli memberikan pernyataan apabila hampir seluruh perguruan tinggi negeri (PTN) sudah terpapar paham radikalisme.

Dalam pernyataannya, Hamli menyebutkan setidaknya sudah ada sekitar 7 perguruan tinggi sudah disusupi paham radikalisme itu. Satu di antaranya menyebutkan Undip Semarang.

Sementara perguruan tinggi lainnya seperti Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (ITB), Institut Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair) dan Universitas Brawijaya (UB).

“Nah, alangkah eloknya BNPT ketika pernyataan itu sudah menjadi klaim dan sesuai data, bisa disampaikan kepada kami. Hingga saat ini, kami pun belum memperoleh surat resmi dari BNPT soal hal tersebut,” katanya.

Menurutnya, dari data BNPT itu, pihaknya dan para pimpinan universitas lainnya bisa tahu secara pasti siapa orangnya dan bagaimana cara-cara terduga itu dalam menggerakkan atau menyusupkan paham radikalisme ke kampus.

“Seyogyanya pula, BNPT dapat memberikan guider kepada seluruh rektor perguruan tinggi, baik itu negeri maupun swasta di Indonesia. Agar para rektor pun dapat bergerak dalam memberikan kebaikan negara. Jika kegiatan FRI bisa terealisasikan, kami juga akan undang BNPT RI,” jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved