Breaking News:

Yos Ingin Kumpulkan Rektor se-Indonesia Bahas Soal Radikalisme

Memang cukup memprihatinkan bagi kami atas pernyataan BNPT RI beberapa waktu lalu dalam forum diskusi di Jakarta itu

Penulis: deni setiawan | Editor: Catur waskito Edy
YOUTUBE
Rektor Undip Prof Dr Yos Johan Utama 

Sementara itu,Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Dr Musahadi mengutarakan, apa yang disampaikan oleh BNPT RI itu bukan pada persoalan setuju atau tidak setuju, sependapat atau tidak sependapat.

“Tetapi lebih kepada persoalan bagaimana perguruan tinggi menyadari hal itu dan melakukan langkah konkret untuk mencari solusinya. Kami melihat, benih-benih pemikiran anti Pancasila di perguruan tinggi itu memang nyata,” lanjutnya.

Meskipun, lanjut Musahadi, masing-masing perguruan tinggi memiliki intensitas yang berbeda. Pasca reformasi dimana kran keterbukaan itu sungguh luar biasa dalam menggrojoki negara Indonesia.

“Maka, ideologi-ideologi transnasional mulai menyerbu. Dalam waktu yang bersamaan teknologi informasi memfasilitasinya secara intensif. Jadilah hal ini menjadi gerakan yang cepat merebak. Sementara instrumen negara masih gamang untuk melakukan sesuatu,” tuturnya.

Sedangkan Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) Prof Dr Fathur Rokhman mengutarakan, apabila pernyataan BNPT dapat dibaca berdasarkan dua perspektif. Pertama, sebagai bagian gaya tutur peringatan.

“Artinya, BNPT RI hendak mengingatkan apabila ancaman radikalisme di perguruan tinggi ada dalam bentuk potensi. Oleh karena itu, BNPT mengajak para civitas akademika di perguruan tinggi untuk semakin waspada dan hati-hati,” terangnya.

Kedua, lanjutnya, pernyataan itu juga bisa dibaca sebagai informasi. Apabila itu informasi, perlu percaya jika data yang mendukung pernyataan tersebut memang kuat.

“Memang, tidak bisa menampik diri apabila ada perguruan tinggi dimana mahasiswa dan doseennya cenderung berpandangan radikal. Tetapi tidak bisa digeneralisasikan. Kami sangat yakin, tak sedikit perguruan tinggi yang masih bersih serta kondusif sehingga paham seperti itu susah masuk,” tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved