Breaking News:

Kabar Pahlawan Devisa

Ingat Bos yang Berangkatkan Ratusan Gadis Lulusan SMK ke Malaysia? Begini Nasibnya

Ingat Sosok yang Memberangkatkan Ratusan Gadis Lulusan SMK ke Malaysia? Begini Sidangnya di PN Semarang

Penulis: hesty imaniar | Editor: iswidodo
net
ilustrasi vonis hakim 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Hesty Imaniar

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sidang di PN Semarang dengan agenda putusan atas perkara perdagangan orang yang menjerat direktur PT Sofia Sukses Sejati, Windi Hiqma Ardani, ditunda.

Penundaan tersebut disampaikan oleh Hakim Anggota, Suparno saat sidang di Pengadilan Negeri Semarang, pada Rabu (6/6/2018).

Dalam sidang Suparno, menyampaikan, penundaan tersebut, lantaran terpaksa dilakukan karena Ketua Majelis Hakim, Pudjiastuti Handayani, yang menyidangkan perkara Nomor 49/pid.sus/2018/pn.smg itu sedang pergi Banda Aceh.

Ia katakan, sidang akan digelar kembali pada tanggal 25 Juni mendatang.

"Karena ketua majelis sedang ada tugas di luar kota, maka sidang putusan ini harus ditunda," kata Hakim Suparno, sambil menutup sidang.

Berdasarkan informasi sebelumnya, Windi Hiqma Ardani dituntut hukuman pidana selama 6 tahun penjara.

Selain itu, terdakwa juga dituntut memberikan restitusi kepada korban senilai Rp 1,176 miliar dengan subsider 2 bulan penjara.

Oleh jaksa, terdakwa dinyatakan secara sah dan meyakinkan bersalah sesuai dengan Pasal 4 Junto Pasal 48 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.

Kejadian tersebut bermula dari, terdakwa sebagai Dirut PT Sofia Sukses Sejati bersama stafnya mencari calon TKI yang akan dipekerjakan di Malaysia.

Mereka pergi ke sekolah-sekolah khususnya SMK untuk menawarkan pekerjaan tersebut. Atas penawaran itu, sejumlah calon tertarik dan melamar, seperti Herza Nanda, Fajriatun dan ratusan calon TKI lainnya. Kemudian setelah itu, para calon TKI diberangkatkan ke Malaysia.

Kepada para calon pekerja, terdakwa menawarkan akan dipekerjakan sebagai operator produksi di PT Kiss Production Food Trading di Malaysia dengan gaji RM 900 sampai RM 1000.

Namun setibanya di Malaysia, para TKI tidak dipekerjakan di PT Kiss, melainkan di PT Maxim. Selain itu, upah yang dijanjikan oleh PT Sofia kepada para korban tidak sesuai.

Di Malaysia, para TKI tersebut diberi upah jauh dari yang dijanjikan. Hal itu dikarenakan adanya potongan seperti membayar RM 50 karena menempati kamar ber AC, potongan uang makan RM 200 perbulan, Pajak RM 104 perbulan, potongan untuk PT Sofia RM 300 dan potongan lainnya.

Selain itu, mereka juga ditangkap oleh pihak imigrasi Malaysia dan ditahan selama 21 hari kemudian dideportasi ke Indonesia. Atas hal itu, para korban mengalami kerugian baik material dan immaterial sehingga saksi korban menuntut ganti rugi kepada terdakwa. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved