Airport Corner

Keunikan Bandara Baru Ahmad Yani Jadi Icon Baru Kota Semarang

Melihat bentuk dan letaknya yang terapung di atas air laut Tanjung Emas Semarang, menurut dia, menjadikan bandara baru Ahmad Yani

Keunikan Bandara Baru Ahmad Yani Jadi Icon Baru Kota Semarang
Tribun Jateng/Hermawan Handaka
Terminal Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang sudah mulai beroperasi mulai pagi, Rabu 6 Juni 2018 di tandai dengan maskapai penerbangan pertama SKYTEAM Garuda Indonesia keberangkatan pukul 06.00 WIB, Rabu (6/6). 

TRIBUNJATENG.COM - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, meninjau langsung kondisi bandara baru Ahmad Yani Semarang yang beroperasi untuk pertama kalinya, Rabu (6/6). Hendi, sapaannya, merasa senang melihat kondisi bandara yang bertambah luas dan megah.

Melihat bentuk dan letaknya yang terapung di atas air laut Tanjung Emas Semarang, menurut dia, menjadikan bandara baru Ahmad Yani sebagai bandara terunik di Indonesia.

"Ya senang, meskipun bukan yang terbesar di Indonesia, tapi ini bandara terunik di Indonesia. Jadi ada airnya, kayak kelihatan terapung, itu lebih keren dari Bandara Ahmad Yani yang lama. Daya tampungnya juga lebih besar," katanya, usai melakukan tinjauan bersama Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abioso Seno Aji.

Tinjauan itu sekaligus dilakukan untuk memastikan kesiapan kondisi infrastruktur di Kota Semarang dalam menyambut arus mudik Lebaran 2018.
Hendi juga merasa bangga Kota Semarang memiliki Bandara Ahmad Yani yang baru. Alasannya, bandara itu ke depan akan menjadi ikon kebanggaan Kota Semarang.

Adapun, Calon Gubernur Jateng, Sudirman Said, menjadi satu di antara penumpang pesawat yang tiba pertama kali di terminal baru Bandara Ahmad Yani Semarang.

Pak Dirman, sapaannya, tiba perdana di Ahmad Yani menggunakan maskapai penerbangan Citilink QG 140 pukul 06.20 rute Jakarta-Semarang.
Ia mengaku tidak mengetahui pesawat yang ditumpanginya akan mendarat di terminal baru. Dia hanya mendapat informasi bahwa terminal baru diresmikan.

"Saya tahunya tanggal 6 Juni (Rabu, kemarin-Red) diresmikan. Tapi saya tidak tahu pagi-pagi diturunkan di terminal baru," tuturnya.

Menurut dia, sudah lama masyarakat Jateng, khususnya Semarang menunggu terminal bandara yang lebih baik. Hal itu karena terminal lama dinilai tidak nyaman, terlebih dibandingkan dengan kota-kota lain.

"Ini sudah lama ditunggu. Kami menyampaikan selamat kepada warga Jateng, khususnya Semarang, mudah-mudahan bisa membuat masyarakat lebih nyaman," ucapnya.

Pak Dirman pun mensyukuri langkah percepatan pengoperasian terminal baru bandara yang dilakukan PT Angkasa Pura I. Tetapi, ia tidak menginginkan percepatan itu justru menjadi boomerang, seperti tragedi plafon ambrol di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.

"Jangan sampai seperti di Jakarta (Terminal 3 Cengkareng-Red) yang dipaksakan, dipercepat, kemudian hal yang belum siap akan merepotkan semuanya. Banyak peristiwa kecelakaan kerja karena pemaksaan-pemaksaan untuk percepatan," tandasnya.

Terpisah, Calon Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo pun menanggapi beroperasinya terminal baru Bandara Ahmad. Ia bersyukur pembangunan bandara sudah terealisasi.

Ia pun berterimakasih kepada Presiden Joko Widodo karena sudah mendorong percepatan pembangunan bandara tersebut. "Sudah kali kedua saya mengecek terminal penumpang sebelum diresmikan. Luar biasa," paparnya.

Ganjar berujar, bangunan terminal penumpang di bandara sudah megah. Ditambah dengan konsep floating airport atau bandara terapung, membuat estetika bandara semakin unik. (nal/rtp/dna)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved