Polisi Buru Pelaku Klitihik Yang Tewaskan Warga Semarang Yang Tewas Dianiaya di Sleman

Dwi diboncengkan temannya yaitu Muhammad Zakaria A (20), warga Taskombang, Manisrenggo, Klaten, Jawa Tengah.

Polisi Buru Pelaku Klitihik Yang Tewaskan Warga Semarang Yang Tewas Dianiaya di Sleman
kompas.com
Ilustrasi senjata tajam 

TRIBUNJATENG.COM, YOGYAKARTA - Seorang pemuda menjadi korban tindak aniaya berat (Anirat) atau yang lebih dikenal masyarakat Yogyakarta dengan klithih di sekitaran simpang empat Mirota, Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Kamis (7/6) sekitar pukul 02.00 pagi.

Peristiwa nahas tersebut terjadi setelah korban selesai membagi-bagikan santap sahur bersama teman-temannya di sekitaran Yogyakarta.

Akibat kejadian tersebut, korban dilarikan ke Rumah Sakit Sardjito dan akhirnya meregang nyawa usai mengalami pendarahan hebat akibat luka sabetan senjata tajam (Sajam) pada bagian punggung.

Kapolsek Gondokusuman, Kompol Solichul Ansor mengatakan, kejadian tersebut berawal saat korban yakni Dwi Ramadhani Herlangga (26), yang bertempat tinggal di Jalan Kelapa Sawit lV RT.3 RW.7, Plamongansari, Pandurungan, Kota Semarang, Jawa Tengah melakukan kegiatan bagi-bagi santap sahur bersama teman-temannya di wilayah Kota Yogyakarta.

Diungkapkan Kapolsek, kegiatan tersebut dimulai korban bersama dengan teman-temannya mulai pukul 1 pagi hingga 2 pagi.

Saat membagikan santap sahur tersebut korban bersama teman-temannya mengendarai sepeda motor. Dwi diboncengkan temannya yaitu Muhammad Zakaria A (20), warga Taskombang, Manisrenggo, Klaten, Jawa Tengah.

"Setelah membagi-bagikan makan sahur, korban sama teman-temannya mau pulang ke Sleman. Saat itu korban sama temannya dari arah timur mau ke utara, sampai perempatan Mirota ada orang yang tak dikenal teriak 'Bajingan' kepada korban dan temannya," katanya saat ditemui di ruangannya, Kamis (7/6).

"Karena tahu kalau orang yang teriak tadi bawa sajam, saksi yang memboncengkan korban langsung memacu motornya untuk menjauhi orang tak dikenal tadi," imbuhnya.

Sambung Kapolsek, orang yang meneriaki korban diduga berjumlah lebih dari satu orang dan mengendarai sepeda motor.

Selanjutnya, saat diboncengkan saksi tiba-tiba korban mengeluh sakit pada bagian punggungnya kepada saksi.

Halaman
12
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved