Airport Corner

Pakar Transportasi Minta Pengelola Bandara Sediakan Layanan Taksi Berargometer

Djoko Setijowarno Pakar Transportasi Minta Pengelola Bandara Sediakan Layanan Taksi Berargometer

Pakar Transportasi Minta Pengelola Bandara Sediakan Layanan Taksi Berargometer
tribunjateng/rahdyan trijoko pamungkas
Armada taksi di Bandara Ahmad Yani Semarang siap layani penumpang 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pakar transportasi Universitas Katolik (Unika) Soegijapranoto Semarang, Djoko Setijowarno, menyoroti keberadaan taksi khusus yang memonopoli layanan penumpang di Bandara Ahmad Yani.

Sehingga, taksi berargometer yang dari luar Bandara tidak bisa ikut melayani penumpang dari dalam bandara.

Menurut Djoko, hingga saat ini masih digunakan taksi berdasar zona yang besaran tarifnya tidak sesuai aturan. Seharusnya, pengelola bandara juga menyediakan juga layanan taksi yang berargometer.

"Sebenarnya jenis taksi seperti ini tidak boleh lagi beroperasi di terminal penumpang sekelas Bandara Ahmad Yani. Pihak manajemen atau pengelola Bandara tidak seharusnya membiarkan praktek seperti ini karena sangat merugikan konsumen," kata Djoko, Senin (11/6/2018).

Djoko Setijowarno, Pakar Transportasi Unika Soegijapranata
Djoko Setijowarno, Pakar Transportasi Unika Soegijapranata (tribunjateng/dok)

Selain tarifnya yang mahal, pengunjung Bandara tidak mempunyai pilihan transportasi lainnya. Sehingga mau tidak mau pengunjung dipaksa harus menggunakan transportasi yang ada.

Kondisi tersebut, katanya, jelas melanggar sejumlah aturan. Yakni UU Nomor 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, UU Nomor 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen dan UU tentang Persaingan Usaha dan Anti Monopoli. Untuk itu, pengusaha taksi yang lama harus memasang argometer seperti taksi argometer yang sudah beroperasi selama ini di Semarang.

"Juga, semua usaha taksi argometer di Kota Semarang harus diberi kesempatan yang sama untuk bisa melayani penumpang. Tidak hanya mengantarkan, tetapi juga menjemput penumpang dari Bandara," jelasnya.

Ia menambahkan, dari hasil kajian Analisis Dampak Lalu Lintas tahun 2017, juga merekomendasikan pembangunan fly over sepanjang lebih kurang 1 kilometer. Fly over diharapkan sudah mulai terbangun tahun 2019. Dengan adanya fly over ini, lalu lintas menuju Bandara dari Jalan Madukoro tidak terhalang aktivitas kawasan PRPP dan Sekolah Krista Mitra.

"Bandara baru harus dengan layanan baru yang menyenangkan konsumen. Bukan sekedar megah dan mewah bangunannya tetapi harus disertai pelayanan yang prima untuk kenyamanan penumpang," tuturnya.

Halaman
12
Penulis: m zaenal arifin
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved