Mudik Lebaran 2018
Menengok Aktivitas Penjaga Lintasan Kereta Tak Berpalang Pintu di Kendal
Tukiman (53), berdiri sambil membawa kain kecil berwarna merah yang diikatkan di sebatang kayu kecil.
TRIBUNJATENG.COM - Tukiman (53), berdiri sambil membawa kain kecil berwarna merah yang diikatkan di sebatang kayu kecil.
Petugas penjaga lintasan kereta api tak berpalang pintu di lintasan Jalan Srogo Brangsong, Kendal itupun tampak tak memedulikan teriknya matahari siang itu.
Ia memberi kode kepada pengendara yang akan lewat agar kendaraan berhenti karena kereta mau lewat. Setelah kereta lewat, warga Dukuh Kersan Brangsong, Kendal itu memperbolehkan kendaraan kembali jalan.
“Saya mulai jaga di sini sejak 8 Juni lalu,” kata Tukiman, Senin (11/6).
Sesekali, bapak satu anak itu tampak beristirahat sambil memperbaiki tenda kecil dari plastik yang dibuat seadanya. Baru sebentar, ia kemudian berdiri lagi di tengah jalan untuk menghentikan kendaraan yang mau lewat.
Ia melihat dari jauh ada kereta yang mau lewat. Setelah kereta lewat, ia pun mempersilakan pengguna jalan untuk melintas.
“Saya harus jeli melihat kiri dan kanan jalur kereta itu, ada kereta yang mau lewat atau tidak,” ujarnya.
Sambil duduk di kursi terbuat dari bambu, Tukiman bercerita, dirinya sudah 5 tahun terakhir berjaga di lintasan kereta api tak berpalang pintu itu setiap masa Lebaran, yaitu mulai H-7 hingga H + 7 Lebaran.
Waktu jaganya dimulai pukul 06.00-14.00. Setelah itu ia digantikan pamannya yang berjaga hingga pukul 22.00.
“Kalau dulu saya dikasih honor Rp 50.000 oleh Dinas Perhubungan. Tapi sekarang belum tahu, karena belum menerima,” ujarnya.
Pria yang tidak mempunyai pekerjaan tetap itu mengaku menerima pekerjaan berat tersebut karena rasa kemanusiaan. Ia ingin menyelamatkan pengendara supaya tidak tertabrak kereta.
Sebab, Tukiman menuturkan, lintasan kereta api di Srogo itu sudah beberapa kali terjadi tabrakan yang menelan korban jiwa. “Saya ini sebenarnya menjaga pengendara yang mau lewat supaya aman, bukan menjaga kereta api,” tambahnya.
Tanggung jawab
Sebelum menjaga lintasan kereta api di Srogo, sang paman pernah berpesan supaya dirinya ikhlas dan tegas saat berjaga. Sebab, tanggung jawab dari pekerjaan itu besar.
“Saya sering mengetuk helm pengendara yang nekat nrabas, meskipun sudah saya suruh berhenti. Sebab, kalau ada apa-apa yang kena saya,” jelasnya. Penjaga lintasan kereta api lain yang ada di Srogo, Ulil Al-Bab (27)
mengaku, tugasnya cukup berat. Sebab, kalau lengah bisa berakibat fatal. “Saya yang berjaga menghentikan kendaraan yang melaju dari arah jalan raya Brangsong. Kalau Pak Tukiman dari arah Pasar Srogo,” paparnya.
Warga Ngampel, Kendal itu menyatakan, dipekerjakan PT KAI. Ia sudah mulai bertugas sejak 3 Juni lalu. “Kalau saya ada tiga shift, karena menjaga 24 jam,” paparnya.
Adapun, di Kabupaten Kendal ada 31 lintasan kereta api. Sebanyak 12 lintasan sudah berpalang pintu, sedangkan sisanya 19 lintasan belum berpalang pintu.
Kepala Dinas Perhubungan Kendal, Suharjo mengungkapkan, dari 19 lintasan tak berpalang pintu, sebanyak 15 titik dijaga petugas dari Dinas Perhubungan. Mereka diambil dari desa, sedangkan empat lintasan lain tidak dijaga karena bukan jalan raya.
“Empat lintasan itu kecil, sehingga tidak dijaga. Sebab yang melintas pejalan kaki,” ungkapnya.
Suharjo berharap, pengguna jalan atau warga berhati-hati saat akan melintas di lintasan kereta api. “Tengok kiri dan kanan sebelum menyebrang,” tukasnya. (kompas.com/Slamet Priyatin)