Mudik Lebaran 2018
Momen Lebaran Jadi Berkah bagi Merchant Bank
Direktur Teknologi Informasi dan Operasi BNI, Dadang Setiabudi memproyeksi momen puasa dan Lebaran bisa meningkatkan transaksi
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Momen Lebaran memberikan berkah bagi merchant bank. Hal ini karena, menurut proyeksi pada saat Lebaran nanti akan meningkatkan transaksi di merchant mesin gesek atau electronic data capture (EDC).
Direktur Teknologi Informasi dan Operasi BNI, Dadang Setiabudi memproyeksi momen puasa dan Lebaran bisa meningkatkan transaksi mesin gesek sekitar 15-20 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
"Kami telah melakukan pengecekan EDC sebelum bulan puasa, untuk memastikan kecukupan supplies antara sales slip," kata Dadang, Selasa lalu. Selain itu pengecekan itu juga untuk memastikan stabilitas sistem sehingga nasabah bisa bertransaksi dengan nyaman.
Sedangkan SEVP Consumer & Transaction Bank Mandiri, Jasmin mengatakan, pada semester II-2018 transaksi di merchant diproyeksi naik 5 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Pada semester I-2018 diproyeksi transaksi merchant naik lebih dari 8 persen yoy.
"Ini didorong oleh libur Lebaran dan sekolah," ucap Jasmin.
Jasmin menambahkan, Bank Mandiri akan menjaga komitmen keandalan transaksi EDC dengan melakukan monitoring performa mesin gesek. Selain itu petugas merchant helpdesk juga standby terutama pada musim puncak transaksi.
Menurutnya, Bank Mandiri juga melakukan kerjasama promosi dengan merchnat utama dan proaktif melakukan kunjungan ke lokasi pusat perbelanjaan.
Sementara Direktur Konsumer Bank CIMB Niaga, Lani Darmawan menambahkan, biasanya di momen Ramadan dan Lebaran, transaksi kartu kredit dan debit meningkat.
"Terutama untuk restoran dan groceries," ujar Lani.
CIMB Niaga, lanjutnya, siap mengantisipasi kenaikan transaksi yang terjadi saat Lebaran. Beberapa transaksi seperti travel related, hotel, airline dan e-commerce diperkirakan meningkat cukup besar.
Berdasarkan data industri perbankan Bank Indonesia (BI), hingga April 2018 transaksi kartu debit menigkat 12,77 persen yoy menjadi Rp 549 triliun sedangkan transaksi kartu kredit naik 9,67 persen yoy menjadi Rp 25 triliun.
Perusahaan Switching
Bukan hanya bank, perusahaan layanan switching ATM dan EDC sudah mengantisipasi lonjakan transaksi pada Lebaran ini. Perusahaan layanan switching telah menyiapkan insfrastruktur untuk mengantisipasi hal itu.
Direktur Utama Artajasa, Bayu Hanantasena misalnya mengatakan, secara infrastruktur perusahaan switching dengan brand ATM Bersama itu sudah siap. ATM Bersama mencatat hingga akhir Mei 2018 lonjakan transaksi sudah cukup signifikan.
"Juga kesiapan koordinasi akan ditingkatkan dengan melibatkan semua anggota bank," kata Bayu.
Sementara EVP Marketing PT Rintis Sejahtera, Hermawan Tjandra juga mengatakan hal serupa.
Menurut dia, pihaknya sudah menyiapkan antisipasi untuk libur panjang Lebaran. "Sudah menjadi kebijakan standar untuk menjaga kualitas operasional berjalan lancar, efektif dan berkesinambungan," terang Hermawan.
Penyedian layanan switching dengan brand ATM Prima itu mengatakan dari sisi aplikasi dan telekomunikasi bank sudah menyiapkan backup ke semua anggota bank. Hal itu agar layanan bisa semakin optimal. Bank juga menyiapkan pusat monitoring yang didukung dengan teknisi yang berfungsi penuh untuk mengantisipasi masalah yang mungkin terjadi. (Kontan)