Berbekal Pengalaman Main Call of Duty, Pemuda Ini Nekat Berperang di Suriah Melawan ISIS

Menurutnya, bermain Call of Duty selama 13 jam sehari membuatnya paham strategi bertempur.

Berbekal Pengalaman Main Call of Duty, Pemuda Ini Nekat Berperang di Suriah Melawan ISIS
UNILAD

Ia tentu sadar bahwa bermain game berbeda dengan berperang di dunia nyata. 

John memahami bahwa mental berperang di dunia nyata sangat berbeda dengan saat bermain game.

"In a game you will get shot and you quickly learn if you are killed, but in real life you just die."

(dalam game kamu tertembak dan kamu mempelajari kesalahan mengapa kamu mati, tapi di dunia nyata, kamu tertembak dan kamu mati)

John menyatakan bahwa ia memang cukup egois karena nekat ingin bergabung melawan ISIS

Di sisi lain, ia juga ingin menjadi bagian dari sesuatu yang bersejarah dan besar. 

Dia juga menyebut bahwa ia tak takut mati.

John menghabiskan waktu selama 6 bulan di Raqqa bersama orang-orang Khurd di unit perlindungan atau YPG saat pembebasan kota tersebut.

Ia memutuskan untuk pulang saat sahabatnya, seorang teknisi asal Inggris tewas dalam ledakan bom pada bulan Oktober. 

Kini ia kembali pulang bersama orangtuanya dan tengah beradaptasi dengan kehidupan normal lagi. (*)

Penulis: Suci Rahayu
Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved