Pilgub Jateng

Sudirman Said: Jawa Tengah akan Hancur Jika Kecurangan Dijadikan Cara Berpolitik

Calon Gubernur Jawa Tengah, Sudirman Said berharap Pilkada Jawa Tengah menghadirkan politik yang berakhlak, politik santun

Sudirman Said: Jawa Tengah akan Hancur Jika Kecurangan Dijadikan Cara Berpolitik
Ist
Sudirman Said dan Ida Fauziyah, saat memberikan keterangan pada pers, Rabu (20/1) di Semarang. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Calon Gubernur Jawa Tengah, Sudirman Said berharap Pilkada Jawa Tengah menghadirkan politik yang berakhlak, politik santun yang menjunjung tinggi etika dan moral.

Dengan begitu, kata Sudirman said melalui keterangan persnya, Pilkada Jateng sesuai dengan slogan KPU Jateng akan menjadi ajang pemilihan pemimpin yang becik lan nyenengke, baik dan menyenangkan.

“Kita berharap Pilgub dapat mewujudkan politik yang berakhlak, politik santun yang menjunjung tinggi etika dan moral, serta jauh dari kecurangan,” papar Sudirman Said dalam acara Halal bi Halal dengan insan media, Rabu (20/1) di Semarang.

Mantan Menteri ESDM ini menyampaikan hal tersebut merespon kabar merebaknya kampanye hitam, berita bohong (hoaks), dan fitnah yang diarahkan kepada dirinya dan pasangannya Ida, sejak keduanya mulai dicalonkan sebagai Cagub dan Cawagub Jateng 2018-2023.

Menurutnya, Jawa Tengah akan hancur, dan pada gilirannya Indonesia, jika kecurangan, korupsi, dan semua jenis politik hitam, menjadi metode atau cara berpolitik.

Karenanya untuk menyelamatkan Jawa Tengah, harus dipastikan politik bekerja sesuai etika, politik yang bertumpu moral dan keutamaan.

“Hanya dengan itu, demokrasi akan menjadi rahim yang baik bagi keadilan, kemajuan dan kebahagiaan warga,” lanjut dia.

Lebih lanjut Pak Dirman menyampaikan, munculnya cara-cara kotor dan keji, dalam bentuk berita bohong, fitnah dan ujaran kebencian merupakan ekspresi dari politik rendah, yang membahayakan masa depan demokrasi.

Terhadap praktek yang demikian, katanya, tidak bisa tinggal diam. Sikap tegas dan jelas harus diambil.

Jika didiamkan bukan saja praktik tersebut akan terus hidup, tetapi juga akan memberi kesan dibenarkannya cara-cara tidak beradab dalam berpolitik.

Kepada warga Jateng, terutama para pendukungnya, ia mengimbau menghadapi keadaan dengan tenang, dan memberi kepercayaan kepada hukum untuk bekerja.

“Kami yakin, kebaikan pada akhirnya akan menang. Kepada penegak hukum, kami minta agar proses hukum dijalankan, agar hukum tegak dan membawa keadilan,” urai dia.

Dan kepada penyelenggara Pilkada, Sudirman Said meminta pelaksanaan Pilkada 27 Juni 2018 mendatang berlangsung dengan jujur, beretika dan adil.

“Pilkada yang bersih dari politik rendah akan menjadi pintu bagi perubahan menuju Jawa Tengah yang lebih baik,” pungkas dia.(*)

Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved