Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang Akan Naikan Tarif Retribusi Sampah Mulai 1 Juli Mendatang  

Di samping itu, pihaknya juga telah berupaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan melakukan penggantian kontainer pengangkut sampah

Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang Akan Naikan Tarif Retribusi Sampah Mulai 1 Juli Mendatang   
tribunjateng/sul/dok
TRUK SAMPAH- Sebuah truk sampah melintasi jalan Untung Suropati, Semarang, Kamis (5/6/2014). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang bakal menaikan tarif retribusi sampah atau pelayanan kebersihan pada 2018 ini. Kenaikan tarif tersebut berlaku efektif mulai 1 Juli mendatang.

Kepala DLH Kota Semarang, Gunawan Saptogiri mengatakan, kenaikan tarif tersebut merupakan penyesuaian berdasarkan Peraturan Wali Kota (Perwal) Semarang Nomor 18 Tahun 2018 tentang retribusi sampah.

"Adanya Perwal itu, maka kami melakukan penyesuaian tarif. Keputusuan penyesuaian tarif ini berlaku Juli 2018 dengan pelayanan Juni 2018," kata Gunawan, Jumat (22/6/2018).

Ia memaparkan, kenaikan tarif retribusi yang akan diberlakukan untuk golongan rumah tangga dengan kelas jalan I-V, naik Rp 3 ribu-Rp 12 ribu per meter kubik.

Kemudian, tarif pengangkutan pembuangan sampah langsung ke tempat pembuangan akhir yang sebelumnya Rp 7.500 per meter kubik akan menjadi Rp 12 ribu per meter kubik.

Menurut Gunawan, meski ada kenaikan, Pemkot Semarang juga memberikan subsidi. Jika tidak dapat subsidi, tarif pengangkutan sampah paling rendah sekitar Rp 15 ribu per meter kubik. Subsidi diambilkan dari anggaran pengelolaan sampah di Kota Semarang sekitar Rp 83 miliar.

"Untuk tarif retribusi pelayanan persampahan atau kebersihan masih terbilang kecil dibandingkan kota metropolitan lainnya seperti Surabaya dan Jakarta. Apalagi selama enam tahun, tarif retribusi sampah tidak pernah mengalami kenaikan,'' imbuhnya.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Agus Junaidi menambahkan, pihaknya telah melakukan sosialisasi sebelumnya terkait penyesuaian tarif tersebut.

Di samping itu, pihaknya juga telah berupaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan melakukan penggantian kontainer pengangkut sampah.

''Kami juga membeton jalur akses TPA Jatibarang dan membuat tempat cuci truk khusus di area tersebut. Kami juga melakukan penghijauan di area TP untuk mengurangi polusi di pemukiman," tambahnya.

Untuk penambahan kontainer, katanya, selama 2017- 2018 ini, sudah ada sekitar 250 kontainer pengangkut sampah yang kami ganti dengan yang baru. Dengan cara tersebut, diharapkan bisa memperpanjang usia armada dan meminimalisir bau maupun sampah berceceran di jalan. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved