KSP Jateng Mandiri Terancam Pailit Gara-gara Tak Bisa Bayar Tagihan Nasabah

Koperasi Simpan Pinjam Jateng Mandiri terancam pailit setelah jajaran pemilik KSP itu tidak kunjung juga membayar tagihan

KSP Jateng Mandiri Terancam Pailit Gara-gara Tak Bisa Bayar Tagihan Nasabah
tribunjateng/hermawan endra
UANG TABUNGAN - Sejumlah orang menggeruduk kantor Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Jateng Mandiri di Jalan Kartini No 19 Semarang, Sabtu, (13/1). Mereka menuntut uang tabungan dikembalikan. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Hesty Imaniar

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Jateng Mandiri terancam pailit setelah jajaran pemilik KSP itu tidak kunjung juga membayar tagihan kepada 5 nasabahnya sebesar Rp 1,5 miliar.

Adanya tagihan tersebut sehingga diajukan permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) di Pengadilan Niaga (PN) Semarang.

Ketiga jajaran KSP tersebut masing-masing adalah pengurus periode pertama KSP Jateng Mandiri, yakni ketua Halim Susanto, kemudian Nur Aini sekretaris, dan Dewi Indrawati selaku bendahara saat itu.

Adapun kelima para pemohon PKPU tersebut adalah, Sri Sunarni Tirto, Andreas Yoggi Wijaya, Chandra Wijaya Tan atau Tan Ing Bho dan Yonathan Tommy Wijaya, dimana masing-masing merupakan warga Puri Anjasmoro Estate H 5, Tawangsari, Semarang Barat.

Juga ada Minggawati, warga Jalan Halmahera I, Karangtempel, Semarang Timur. Dimana kelimanya mengajukan permohonan melalui kuasa hukum Eka Windhiarto dan Kuntowati Sri Haryani.

Dari catatan sistem informasi PN Semarang, Halim dan koperasi tersebut, juga pernah digugat dalam perkara permohonan pembatalan putusan perdamaian, yang diajukan oleh Minggawati.

Gugatan itu, dikarenakan KSP Jateng Mandiri, tidak kunjung membayar hutang sebesar Rp 450 juta kepada Minggawati, yang merupakan ibu rumah tangga sekaligus kreditur KSP tersebut.

"Untuk total tagihan kelima klien kami mencapai Rp 1,5 miliar. Sedangkan, ketiga termohon PKPU merupakan pengurus periode 1 KSP Jateng Mandiri, perkaranya tercatat dengan nomor register; 12/Pdt.Sus-PKPU/2018/PN Niaga Smg, dan saat ini sudah mulai masuk persidangan," ujar Eka, Jumat (22/6/2018).

Bahkan, dikatakan oleh Eka, dasar-dasar permohonan pihaknya diantaranya, karena ketiga termohon PKPU memiliki jabatan selaku pengurus dalam koperasi.

Halaman
12
Penulis: hesty imaniar
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved