Penulis Buku 'Tiga Bapak Dari Tiga Dara', Ajak Kang Maman Berdiskusi Sosok Ayah

Mereka adalah Maman Suherman dan Monika W. Satyajati (Center for Trauma Recovery di Fakultas Psikologi Unika).

Penulis Buku 'Tiga Bapak Dari Tiga Dara', Ajak Kang Maman Berdiskusi Sosok Ayah
Tribun Jateng, Faizal M Affan
Dari kiri, Imelda, Mira (moderator), Monika, Kang Maman, Ines, dan Tita saat foto bersama usai diskusi buku. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Faizal M Affan

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Siang tadi, Sabtu, (23/6/2018), saat matahari sedang berada di puncak langit, sekumpulan orang yang ada di dalam sebuah kafe, nampak termenung melihat dua orang di depannya.

Mereka adalah Maman Suherman (penulis buku Bapakku Indonesia) dan Monika W. Satyajati (Center for Trauma Recovery di Fakultas Psikologi Universitas Sogijapranata Semarang).

Kedua orang tersebut, diajak untuk berdiskusi bersama tiga penulis buku Tiga Bapak Dari Tiga Dara, di Library Cafe & Hostel John Dijkstra, Jalan Srigunting no 10, Kota Lama, Semarang.

Topik pembahasan yang mereka utarakan kepada para peserta, yakni menyangkut tentang peran bapak dalam rumah tangga dan lingkungan sosial dari sisi seorang anak.

Inas, panggilan wanita pemilik nama lengkap Inasshabihah ini, satu di antara penulis buku tersebut menjelaskan, kegiatan diskusi kali ini memang menjadi kesatuan dari kisah yang ada di dalam buku Tiga Bapak Dari Tiga Dara.

Keinginan Inas ketika sudah menulis buku ini, hanya untuk berbagi tentang bagaimana kompleksnya hubungan ketiga penulis dengan ayah mereka masing-masing.

"Saya sebenarnya ingin tahu, mengapa saya dibesarkan dengan cara seperti ini. Tapi saya malu untuk bertanya langsung kepada ayah. Saya, Tita, dan Imelda, ternyata juga punya persoalan yang sama. Akhirnya kami sepakat untuk menulis buku ini," jelas Ines.

Tita pun demikian, menurutnya buku ini menjadi media untuk mengungkapkan kebanggannya terhadap sosok ayah. Wanita asal Flores ini, mendapatkan pengakuan yang sangat menyentuh hatinya ketika sang ayah memeluknya dengan erat.

"Seketika setelah ayah memelukku, ia berkata bahwa saya adalah satu-satunya orang yang paling diandalkannya," tutur dengan nada lirih dan mata berkaca-kaca.

Halaman
123
Penulis: faisal affan
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved