Penulis Buku 'Tiga Bapak Dari Tiga Dara', Ajak Kang Maman Berdiskusi Sosok Ayah

Mereka adalah Maman Suherman dan Monika W. Satyajati (Center for Trauma Recovery di Fakultas Psikologi Unika).

Penulis Buku 'Tiga Bapak Dari Tiga Dara', Ajak Kang Maman Berdiskusi Sosok Ayah
Tribun Jateng, Faizal M Affan
Dari kiri, Imelda, Mira (moderator), Monika, Kang Maman, Ines, dan Tita saat foto bersama usai diskusi buku. 

Tapi, Imelda masih ragu untuk memberikan buku tersebut kepada ayahnya untuk dibaca. Ia masih malu, mengungkapkan isi hati yang ia rasakan selama tumbuh bersama ayah dan ibunya yang berada di Solo.

"Jujur aku belum kasih ke bapak. Tapi kalau ibu sudah tahu. Aku masih tengsin, soalnya bapak pasti akan bilang 'cie-cie, ternyata kamu peduli ya sama ayah," katanya, sembari disambut gelak tawa peserta.

Imelda mengakui, setelah buku tersebut resmi dicetak dan dipublikasikan, ia justru semakin menghargai waktu bersama kedua orangtuanya.

Diskusi yang berjalan sejak pukul 13.00 hingga 16.00 WIB ini, diawali dengan pemaparan Monika tentang pengalamannya menangani psikologis anak-anak.

Menurutnya, ayah atau bapak adalah seorang figur dalam keluarga yang terlihat kuat dan lebih dibandingkan ibu.

"Nilai menjaga diri, konsisten, tertib, lebih banyak ditularkan dari seorang ayah. Tapi jika anak sudah tumbuh menjadi remaja, mereka tidak begitu mempedulikan sosok ayah," ucapnya.

Ia melanjutkan, banyak perselisihan anak dan orangtua muncul ketika mereka tumbuh remaja. Monika menganggap itu biasa, karena seorang remaja butuh aktualiasi diri dan pencarian jati diri.

"Tapi ayah maupun orangtua jangan langsung melepas kontrolnya. Ajak mereka berdiskusi tentang apa yang mereka mau, dan arahkan ke jalan yang positif," tuturnya.

Kang Maman, panggilan akrab Maman Suherman, setuju dengan apa yang dipaparkan Monika. Menurutnya, sosok ayah lebih perhatian kepada anaknya dibanding ibu. Kang Maman pun merasakan sendiri, ketika anaknya sudah larut malam tak kunjung pulang ke rumah. Dirinyalah yang paling mengkhawatirkannya.

"Saya merasakan sendiri kekhawatiran itu, ketika anak saya sudah lewat jam malam masih belum pulang. Tapi, justru mamahnya enak-enakan tidur," ucapnya.

Halaman
123
Penulis: faisal affan
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved