Penulis Buku 'Tiga Bapak Dari Tiga Dara', Ajak Kang Maman Berdiskusi Sosok Ayah

Mereka adalah Maman Suherman dan Monika W. Satyajati (Center for Trauma Recovery di Fakultas Psikologi Unika).

Penulis Buku 'Tiga Bapak Dari Tiga Dara', Ajak Kang Maman Berdiskusi Sosok Ayah
Tribun Jateng, Faizal M Affan
Dari kiri, Imelda, Mira (moderator), Monika, Kang Maman, Ines, dan Tita saat foto bersama usai diskusi buku. 

Menurutnya, peran ayah di zaman dahulu dibandingkan dengan saat ini berbeda. Jika dahulu bapak selalu menanamkan nilai-nilai dan norma positif kepada anaknya. Sekarang, ayah hanya dibutuhkan saat uang jajan habis.

"Ya ayah ibarat mesin ATM berjalan saja. Komunikasi hanya jika minta sesuatu. Tidak pernah membicarakan hal-hal lain. Terlebih, dalam mendidik anak milenial tidak boleh dipaksakan. Mereka tidak mau didekte. Tapi lebih suka diajak berdiskusi. Jangan katakan kamu harus begini begitu, tapi tanyakan menurutmu bagaimana jika begini. Maka seketika anak akan mengungkapkan pilihannya, yang menurutnya terbaik," papar Kang Maman.

Kang Maman mengapresiasi buku Tiga Bapak Dari Tiga Dara yang dibuat Inas, Tita, dan Imelda. Sebagai seorang milenial, itulah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengungkapkan unek-unek mereka terhadap ayahnya.

"Tidak hanya kepada ayah, tapi kepada publik, yang tentunya akan membuka semua hal tentang sosok ayah dari masing-masing anak itu. Intinya, bapak itu adalah pengisi nilai-nilai kehidupan kepada anak-anaknya. Bapak harus menjadi kepala sekolah, jika peran ibu sebagai gurunya. Kalian harus baca, karena buku ini menjadi jembatan antara dua hati antara ayah dan anak," tuturnya.

Buku tersebut dijual dengan harga Rp 54 ribu dan bisa didapatkan secara online di situs www.ellunarpublisher.com atau Instagram @ellunarpublish_. (afn)

Penulis: faisal affan
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved