Disnaker Mencatat Seluruh Perusahaan di Kota Tegal Bayarkan THR

Disnakerin Kota Tegal mencatat bahwa proses pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan untuk pekerja di wilayah ini lancar

Disnaker Mencatat Seluruh Perusahaan di Kota Tegal Bayarkan THR
Tribun Jateng/Akhtur Gumilang
Kepala Disnakerin Kota Tegal Heru Setyawan 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akhtur Gumilang

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kota Tegal mencatat bahwa proses pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan untuk pekerja di wilayah ini lancar, tanpa ada yang ditunda.

Hal itu diungkap Kepala Disnakerin Kota Tegal Heru Setyawan saat dihubungi Tribunjateng.com, Minggu (24/6/2018).

Heru menuturkan, belum ada aduan yang disampaikan ke Posko Satgas Ketenagakerjaan Peduli Lebaran yang dibuka di Kantor Disnakerin, Jalan Hang Tuah, Tegal Barat hingga Minggu (24/6/2018) ini.

Sebelumnya, Posko Satgas Ketenagakerjaan Peduli Lebaran dibuka Disnakerin Kota Tegal sesuai amanat Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Nomor 2 Tahun 2018 tentang Pembayaran Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun Tahun 2018.

”Pembayaran THR lancar. Posko Satgas Ketenagakerjaan Peduli Lebaran buka sampai akhir bulan ini dan alhamdullilah belum ada laporan. Ada ribuan pekerja di Kota Tegal dan semuanya rata-rata mendapatkan THR,” ucap Heru.

Terkait pembayaran THR, Disnakerin sebelumnya telah mengimbau kepada perusahan melalui surat tertulis maupun media massa agar mematuhi peraturan.

Ia menuturkan, perusahaan wajib membayarkan THR kepada pekerjanya paling lambat tujuh hari sebelum Lebaran.

Apabila tidak mematuhi, perusahaan dapat dikenakan sanksi berupa denda.

"Pada 5, 6, dan 7 Juni 2018 lalu, Disnakerin menerjunkan Tim Deteksi Dini dan Tim Survei Aspek Kerja ke sejumlah perusahaan. Hasilnya, dari sejumlah perusahaan yang disurvei, semua sudah mematuhi peraturan," paparnya.

Perlu diketahui, di Kota Tegal terdapat sekitar 641 perusahaan.

Apabila ke depannya ada pekerja yang mengadu soal THR, Disnakerin menyatakan siap memfasilitasi untuk melakukan klarifikasi ke perusahaan yang bersangkutan.

Heru menegaskan, pihaknya akan melaporkan perusahaan yang bersangkutan ke Disnakerin Provinsi Jawa Tengah yang memiliki tim Pengawas Ketenagakerjaan (Wasnaker).

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved