Breaking News:

Oposisi Tuduh Piala Dunia 2018 Jadi Kedok untuk Menutupi Keburukan Rusia

Rusia dituduh menggunakan Piala Dunia untuk menghindar dari pemberitaan buruk.

ISTIMEWA
Presiden Rusia, Vladimir Putin, memberikan pidato jelang undian fase grup Piala Dunia 2018 di State Kremlin Palace, Moskwa, 1 Desember 2017. 

TRIBUNJATENG.COM - Rusia dituduh menggunakan Piala Dunia untuk menghindar dari pemberitaan buruk.

Para politisi oposisi menuduh Kremlin menggunakan Piala Dunia 2018 sebagai kedok untuk menutupi keburukan Rusia.

Sejak dimulainya turnamen, semua mata tertuju para pertandingan antar negara itu.

Dilansir Bolasport.com dari themoscowtimes, keburukan pemerintah Rusia yang sengaja ditutupi dengan menggelar Piala Dunia adalah naiknya pajak dan kenaikan usia pensiun.

Kedua hal itu merupakan beberapa masalah yang secara sembunyi-sembunyi menjadi agenda di balik gelaran Piala Dunia.

Bahkan terdapat sebuah petisi online yang sudah mendapat 2,3 juta tanda tangan untuk menentang rencana tersebut.

Menurut keputusan khusus Presiden, segala bentuk pertemuan penting yang tidak terkait Piala Dunia dilarang.

Kecuali telah diberikan ijin oleh otoritas lokal yang jelas.

Hal itu terkait gerakan kampanye yang akan dilakukan oleh oposisi untuk protes terhadap rencana pemerintah.

"Ketika seluruh negara fokus pada acara olahraga besar, ini adalah waktu terbaik untuk diam-diam mendorong langkah opisisi untuk menjadi berita politik utama saat ini," kata Ilya Yashin, salah satu anggota oposisi sekaligus Walikota Moskow.(*)

Editor: galih permadi
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved