Samsat Kudus Optimistis Juni Capai 50 Persen Target Pendapatan 2018

Kepala Unit Pelayanan dan Pemberdayaan Aset Daerah (UP3AD) Kudus Wibowo mengatakan, target yang dibebankan oleh pihaknya pada tahun ini

Samsat Kudus Optimistis Juni Capai 50 Persen Target Pendapatan 2018
tribunjateng/yayan isro roziki/dok
Cek fisik sepeda motor di Samsat Kudus 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Kudus optimistis bisa mencapai target pendapatan tahun 2018. Pada akhir Juni 2018, dipastikan target yang dibebankan bisa tercapai sebesar 50 persen.

Kepala Unit Pelayanan dan Pemberdayaan Aset Daerah (UP3AD) Kudus Wibowo mengatakan, target yang dibebankan oleh pihaknya pada tahun ini mencapai Rp 222.3 miliar.

Target tersebut meliputi pajak daerah dan retribusi daerah. Untuk pajak daerah terdiri atas pajak kendaraan bermotor, bea balik nama, dan pajak air permukaan.

"Sedangkan retribusi di sini yakni retribusi pemakaian kekayaan asli daerah," kata Wibowo, Minggu (24/6/2018).

Wibowo berujar, secara akumulasi pendapatan yang dibebankan tahun ini mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut mencapai 10 persen.

"Kalau tahun sebelumnya hanya sekitar Rp 200 miliar pendapatan yan dibebankan, kini jadi Rp 222 miliar," kata Wibowo.

Satu di antara poin pendapatan pun mengalami peningkatan target. Wibowo mengatakan, untuk pajak kendaraan bermotor tahun ini ditarget mencapai Rp 126.8 miliar.

Pada tahun 2017, target pendapatannya hanya berkisar Rp 118 miliar.

"Pajak kendaraan bermotor ini memang selalu mengalami kenaikan. Hitungannya pajak kendaraan pada tahun 2017 ditambahkan pajak kendaraan baru," kata dia.

Sementara untuk bea balik nama dan pajak air permukaan tahun ini mengalami penurunan dari tahun sebelumnya.

Jika tahun ini pohaknya ditarget mencapai Rp 95 miliar untuk bea balik nama, pada tahun sebelumnya target mencapai Rp 101 miliar.

"Untuk target pendapatan dari air permukaan tahun ini hanya Rp 9 juta. Padahal tahun sebelumnya mencapai Rp 25 juta. Hal itu karena ekploitasi air permukaan Gunung Muria semuanya ditutup dan tidak diizinkan," katanya.

Wibowo mengatakan, pihaknya optimistis mencapai target 50 persen pada akhir bulan ini. Terhitung sampai akhir Mei 2018, pihaknya sudah mencapai Rp 80.7 miliar untuk pajak daerah. Sedangkan untuk retribusi daerah sampai bulan Mei 2018 sudah mencapai Rp 33.1 juta.

"Hitungan itu terus meningkat seiring wajib pajak yang setiap hari pasti ada yang membayar. Misalnya pajak daerah terkahir kami hitung bisa mencapai Rp 101.6 miliar. Ini masih belum sampai akhir bulan Juni," katanya. (*)

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved