MUI Jateng Serukan Umat Islam Wajib Gunakan Hak Pilih di Pilkada Serentak

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah menyerukan kepada seluruh umat Islam agar menggunakan hak pilih dalam pilkada Jateng

MUI Jateng Serukan Umat Islam Wajib Gunakan Hak Pilih di Pilkada Serentak
Istimewa
Ketua Dewan Pertimbangan MUI Jawa Tengah, Ali Mufiz dan Ketua Umum MUI Jawa Tengah, KH Achmad Darodji (kanan), saat memberikan pernyataan terkait larangan masjid untuk politik praktis, di Sekretariat MUI Jateng, Kamis (3/5/2018). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah menyerukan kepada seluruh umat Islam agar menggunakan hak pilih dalam pilkada Jateng yang akan dilaksanakan serentak pada Rabu (27/6/2018) mendatang.

Pilkada di Jateng meliputi level pemilihan pasangan gubernur dan wakil gubernur serta pemilihan pasangan bupati/ wali kota beserta wakilnya di tujuh daerah.

Melalui seruan MUI Jateng yang diterima Tribunjateng.com, Senin (25/6/2018), Ketum MUI Jateng Dr KH Ahmad Darodji menegaskan, bahwa memilih pemimpin dalam Islam adalah kewajiban untuk menegakkan imamah dan imaroh dalam kehidupan bersama.

"Maka umat Islam wajib menggunakan hak pilih dan mendukung pasangan calon (paslon) kepala daerah dengan mengutamakan persaudaraan dan perdamaian serta menghindari konflik antarsesama sebagaimana Fatwa/Ijtima Ulama 2009 mengenai hak pemilih dalam pemilu,” tegas KH Ahmad Darodji.

Menurut Kiai Darodji, pelaksanaan Pilkada Jateng merupakan ikhtiyar bersama untuk membangun provinsi ini menuju lebih baik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Maka umat Islam hendaknya menggunakan hak pilih pasangan calon kepada daerah yang amanah sesuai hati nurani," tandasnya.

Ditegaskannya, dalam Pilkada jangan ada unsur paksaan. Siapa pun tak boleh memaksakan pasangan calon yang akan dipilih. 

"Bila ada yang memaksa pemilih untuk memilih pasangan calon tertentu, hal itu masuk kategori pelanggaran pemilu dan patut diproses hukum," tuturnya.

Menurut Kiai Darodji, pemilu dalam pandangan Islam sebagai upaya memilih pemimpin atau wakil yang memenuhi syarat ideal bagi terwujudnya cita-cita bersama sesuai aspirasi umat dan untuk kepentingan bangsa.

Maka, setiap pengguna hak pilih agar menolak politik uang, kampanye hitam, penyebaran berita bohong dan ujaran kebencian.

“Kita dorong penyelenggaraan pilkada Jateng yang terbaik, secara langsung, umum, bebas dan rahasia luber serta adil sesuai perundangan yang berlaku,” ungkapnya.

Darodji berharap pilkada Jateng 2018 menjadi hajatan bersama untuk menegakkan proses demokrasi. Dijadikan kemenangan bersama sehingga tak ada yang kalah. Maka semua tim sukses agar menggunakan cara-cara yang santun dan ramah dalam upaya pemenangan paslon.

“Jangan muncul konflik menajam gara-gara beda afiliasi politik yang berpotensi meretakkan persatuan dan kesatuan. Kita junjung tinggi sportivitas dalam berdemokrasi. Persatuan dan kesatuan harus di atas segalanya dalam membangun masyarakat yang beradab.

Dalam pilkada, perbedaan hanya terjadi kurang dari satu menit yakni saat menggunakan hak suara di bilik, itupun dijamin bebas dan rahasia,” tegasnya.(*)

Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved