Sering Meletus, Gunung Anak Krakatau Makin Tinggi 6 Meter Tiap Tahun

Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB mengatakan, erupsi tersebut tidak membahayakan penerbangan pesawat terbang.

Sering Meletus, Gunung Anak Krakatau Makin Tinggi 6 Meter Tiap Tahun
youtube
Gunung anak krakatau di Selat Sunda meletus lagi, 25 Juni 2018. Para ahli mengatakan ketinggian gunung anak Krakatau bertambah 4-6 meter tiap tahun 

"Erupsi Gunung Anak Krakatau adalah hal yang biasa. Gunung ini masih aktif untuk tumbuh besar dan tinggi dengan melakukan erupsi," tuturnya.

Gunung Anak Krakatau baru muncul dari permukaan laut tahun 1927.

Rata-rata tambah tinggi 4-6 meter per tahun.

Energi erupsi yang dikeluarkan juga tidak besar. Sangat kecil sekali peluang terjadi letusan besar seperti letusan Gunung Krakatau pada 1883.

"Bahkan beberapa ahli mengatakan tidak mungkin untuk saat ini. Jadi tidak perlu dikhawatirkan," bebernya.

Aktivitas Vulkanik Meningkat

Sutopo mengaku, sejak 18 Juni 2018, Gunung Anak Krakatau memang mengalami peningkatan aktivitas vulkanik. Ada pergerakan magma ke luar permukaan sehingga terjadi erupsi.

Menurut PVMBG pada 18 Juni 2018, selain gempa vulkanik dan tektonik, mulai terekam gempa tremor menerus dengan amplitudo 1 – 21 mm (dominan 6 mm).

Pada 19 Juni 2018, gempa Hembusan mengalami peningkatan jumlah dari rata-rata 1 kejadian per hari menjadi 69 kejadian per hari. Selain itu mulai terekam juga gempa low frekuensi sebanyak 12 kejadian per hari.

Gempa Tremor menerus dengan amplitude 1 – 14 mm (dominan 4 mm).

Halaman
123
Editor: iswidodo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved