Menang Telak di Laga Uji Coba, Pelatih PSIS Masih Terkendala Ini
PSIS Semarang kembali melakoni uji coba tertutup pada Selasa (26/6/2018) pagi tadi menghadapi tim Porad Kodam IV Diponegoro
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: galih permadi
Laporan Wartawan Tribun Jateng, F Ariel Setiaputra
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - PSIS Semarang kembali melakoni uji coba tertutup menghadapi tim Porad Kodam IV Diponegoro, di Stadion Citarum, Semarang, Selasa (26/6/2018) pagi.
Uji coba yang digelar dengan format 3x45 menit tersebut berhasil dimenangkan PSIS dengan skor telak 7-1.
PSIS yang diawal laga turun dengan pemain lapis serta dua pemain trial asal Korea Selatan, Oh Joo Ho dan Lee June Hee lebih dulu tertinggal di babak pertama, namun PSIS kemudian bermain lebih baik saat memasuki babak kedua ditandai dengan dua gol melalui Ibrahim Conteh memanfaatkan umpan Lee June Hee, serta penalti Bruno Silva.
Di babak kedua, satu per satu pemain inti dimasukkan, mulai dari Frendy Saputra, Komarodin, Hari Nur Yulianto, Bruno Silva, serta Petar Planic.
Di babak ketiga, PSIS memanfaatkan stamina tim lawan yang sudah mulai berkurang, sukses menambah lima gol, sebelum pertandingan berakhir melalui dua gol Komarodin, Aldaier Makatindu, Hari Nur Yulianto, dan Gustur Cahyo yang dimasukkan kembali di pertengahan babak ketiga.
Menang dengan skor telak, pelatih PSIS, Vincenzo Alberto Annese enggan memuji pemainnya secara berlebihan. Meski demikian, ia mengatakan pemainnya sudah mampu bermain sesuai arahannya, meski bermain dalam kondisi lapangan yang kurang rata dan licin.
"Kami bermain bagus dengan menang 7-1. Tapi bukan soal hasil, kami sudah bermain bagus dengan komunikasi antar pemain yang sudah makin baik terutama umpan-umpan dari sayap ke tengah. Saya senang karena kami bermain bagus di babak kedua dan ketiga," katanya.
Lebih lanjut, dirinya mengatakan instruksi yang ia inginkan sudah mulai dipahami pemainnya.
Namun salah satu yang menjadi kendala timnya yaitu masalah finishing, dan juga pertahanan yang masih sering lambat mengantisipasi serangan balik lawan, terutama untuk tim pertama yang diturunkan di awal pertandingan.
"Mungkin kami membutuhkan satu sosok target man untuk mempertajam serangan. Kami sudah berpikir soal itu. Kalau di tim ini tidak menemukan satu pemain depan untuk PSIS, kami harus beradaptasi untuk menciptakan lebih banyak skema menyerang, atau membentuk salah satu pemain yang ada menjadi seorang bomber," jelasnya.
Selain itu, ia juga berharap kedepan ia menemukan sosok pemain yang memiliki kemampuan mengirim umpan yang bagus melalui skema tendangan sudut, dan juga seorang pemain yang mampu memanfaatkan tendangan bebas dengan baik.
"Tapi secara keseluruhan, kami bermain bagus dengan menang ball posession. Kesalahan kami, pemain belakang kami bermain terlalu naik untuk mendorong pemain depan. Itu berbahaya untuk pertahanan kami. Karena lawan bisa melakukan serangan balik dengan mudah dan cepat," ucapnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pelatih-psis-vincenzo-alberto-annese_20180620_201253.jpg)