Breaking News:

Mengenal Maroko dari Kacamata Zak

Perubahan yang paling terasa adalah kehidupan masyarakatnya. Di Maroko mulai terjadi pergeseran gaya hidup dari yang konservatif menjadi modern.

firaabdurachman.blogspot.co.id
Jalan Soekarno di Maroko. 

Laporan Wartawan Tribun dari Moskow

Deodatus Pradipto

TRIBUNJATENG.COM - Maroko atau Kerajaan Maroko kini telah berubah pesat. Perubahan yang paling terasa adalah kehidupan masyarakatnya. Di Maroko mulai terjadi pergeseran gaya hidup dari yang konservatif menjadi modern.

Itu adalah kacamata Abderrazak Chefii, seorang pria asal Maroko yang saya temui di Moskow, Rusia, Sabtu (23/6). Zak, begitu dia memperkenalkan namanya kepada saya.

"Saya lebih suka menyebut diri Zak karena kamu tahu sendiri nama Abderrazak dan nama-nama Arab lain punya citra yang negatif bagi sejumlah orang," ujar dia.

Usia Zak masih 31 tahun. Dia lahir dan besar di Maroko, namun pernah kuliah di Kanada. Agamanya Islam, tapi dia mengaku bukan seorang Muslim yang taat.

Saya dan Zak berkenalan di Pasar Izamailovo saat hendak memesan shashlyk. Saat itu dia memesan sebotol bir dingin merek ternama.

Zak datang jauh-jauh ke Rusia untuk mendukung negaranya berlaga di Piala Dunia kali ini. Ia bergabung bersama ratusan pendukung Maroko lainnya.

Sayangnya, tim jagoan mereka sudah dipastikan harus angkat kopor karena belum mendapatkan satu pun poin dari dua laga terakhir di penyisihan grup B, setelah ditekuk Iran, dan Portugal masing-masing dengan skor 0-1.

Alih-alih berbicara tentang sepak bola di negaranya, Zak kemudian menuturkan kondisi sosiologis di Maroko, yang sepertinya tak berbeda jauh dengan di Indonesia.

Halaman
12
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved