Kamis, 9 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kasus Penganiayaan

Polisi Sudah Periksa Empat Saksi Terkait Kasus Penusukan di Kudus

“Kami masih mendalami kasus tersebut. Empat saksi di tempat kejadian perkara penusukan telah kami periksa dan mintai keterangan,”

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: iswidodo
tribunjateng/yayan isro roziki/dok
Kapolres Kudus, AKBP Agusman Gurning 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Kasus penusukan yang menewaskan seorang pemuda warga Desa Jojo, Kecamatan Mejobo hingga kini masih didalami oleh pihak kepolisian. Sebanyak empat saksi pun telah diperiksa.

“Kami masih mendalami kasus tersebut. Empat saksi di tempat kejadian perkara penusukan telah kami periksa dan mintai keterangan,” kata Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning, Selasa (26/6/2018).

Selain keterangan saksi, kata dia, pihaknya juga telah memeriksa video dari kamera pengintai yang berada di sekitar kejadian tempat kejadian.

“Video CCTV (Closed Circuit Television) yang ada di sekitar kejadian tempat kejadian juga telah kami periksa,” jelasnya.

Sementara Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Agus Supriadi mengatakan, pihaknya telah mengidentifikasi sejumlah pelaku.

“Sejumlah pelaku telah kami identifikasi. Dugaan kami pelaku dari Kudus ada juga yang dari Pati,” kata dia.

Sebelumnya diberitakan, seorang pemuda bernama Sendi (26) warga Desa Jojo, Kecamatan Mejobo, Kudus meregang nyawa setelah ditusuk oleh sekelompok remaja.

Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Mejobo lantaran luka tusukan di perut yang dialaminya. Selanjutnya dia dilarikan ke RS Aisyiyah Kudus untuk mendapatkan perawatan. Korban akhirnya meregang nyawa setelah akhirnya dirawat selama beberapa jam di RSU Loekmono Hadi Kudus.

Berdasarkan keterangan saksi mata Ismail warga Desa Sadang, Kecamatan Jekulo mengatakan, kejadian terjadi sekira pukul 19.30 WIB di depan Balaidesa Jojo, Minggu (24/6/2018).

Menurutnya, sekelompok remaja yang beejumlah sekitar tujuh orang itu mengeroyok korban. Melihat adanya keributan Ismail lantas mencoba melerai, namun kawanan remaja itu masih tetap menghajar korban. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved