Sosialisasi E-Toll Dilakukan di Gerbang Tol Ngemplak

Sosialisasi penggunaan pembayaran tol elektronik (e-toll) dilakukan di gerbang tol Ngemplak, Boyolali, Selasa (26/6/2018) pagi.

Penulis: akbar hari mukti | Editor: m nur huda
Tribun jateng/akbar hari mukti
Pengendara sedang menempelkan kartu e-money di mesin e-tol gerbang tol Ngemplak Boyolali, Selasa (26/6/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, BOYOLALI - Sosialisasi penggunaan pembayaran tol elektronik (e-toll) dilakukan di gerbang tol Ngemplak, Boyolali, Selasa (26/6/2018) pagi.

Maka, pengendara yang melewati tol ruas Solo-Sragen saat ini wajib menempel kartu e-money.

Direktur Utama PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN), David Wijayatno, menuturkan bila sosialisasi ini dilakukan untuk memberi edukasi dini sebelum sistem tersebut diberlakukan.

David menerangkan, sosialisasi ini dilakukan guna mendukung penerapan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia nomor 16/PRT/M/2017 tentang transaksi tol nontunai di jalan tol yang mewajibkan pembayaran dengan nontunai per Oktober 2017.

"Dengan itu maka kita melakukan sosialisasi ini minimal dalam 7 hari sampai dengan nanti diresmikan," terangnya.

Menurut David, sosialisasi ini dilakukan bekerjasama dengan Bank Indonesia (BI) cabang Solo, dan sejumlah Bank swasta penerbit uang elektronik.

"Sehingga mulai hari ini kita bisa mulai melakukan sosialisasi ini," ujar dia.

Ia menjelaskan, dalam sosialiasi ini, para peengguna kendaraan belum dibebankan biaya tol sepeserpun.

Sosialisasi dilakukan sebatas pengguna menempelkan e-money ke mesin e-tol yang ada di gerbang tol Ngemplak Boyolali.

Apabila pengguna kendaraan tak memiliki kartu e-money, David menjelaskan pihaknya selaku pengelola jalan tol Salatiga-Ngawi bisa mengarahkan pengguna tersebut membeli kartu e-money yang tersedia di gerbang tol Ngemplak tersebut.

"Untuk itu kami bekerjasama dengan bank-bank penerbit e-money. Di antaranya Mandiri, BRI, BCA, BTN, BNI, dan Bank Jateng," urainya.

Penjualan kartu, menurutnya akan dilakukan selama 24 jam. Hal ini untuk mengantisipasi jika nantinya ada pengguna jalan tol yang ternyata belum memiliki kartu tol. Maka dari itu, selain menyiagakan petugas dari bank, penjualan juga akan dibantu dari petugas PT JSN yang berjaga.

"Misalkan ada pengguna yang melintas pukul 03.00 WIB bisa dilayani, nanti untuk petugas dari bank menjual secara bergantian. Mulai siang hari sampai pukul 17.00 WIB," urai dia.

Nantinya, lanjut David, jika nanti tarif tol mulai diberlakukan maka tarifnya sebesar Rp 1000 per kilometer untuk golongan 1. Untuk golongan 2 dan 3 tarifnya sebesar Rp 1500 per kilometer. Sedangkan untuk golongan empat dan lima tarifnya sebesar Rp 2000 per kilometer.

"Untuk golongan 1 itu mobil pribadi, minibus, truk kecil, bus. Golongan dua dan tiga itu untuk truk besar dengan dua dan tiga gandar, golongan empat dan lima adalah truk dengan empat dan lima gandar," papar David.

Kepala Perwakilan BI Solo, Bandoe Widiarto, menambahkan pihaknya berkomitmen mendukung pelaksanaan 100 persen jalan tol non cash, atau gerakan non tunai.

"Kami berKomitmen dengan perbankan untuk mendukung dengan mempersiapkan infrastrukturnya. Edisi top up dan infrastruktur lainnya. Sosialisasi ini merupakan sarana edukasi sekaligus praktik," ungkap Bandoe. (Ahm)

Sumber: Tribun Jateng
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved