Hebat, Rizky Muliani Raih Gelar Doktor di Usia 32 Tahun

Hebat, Rizky Muliani Raih Gelar Doktor di Usia 32 Tahun. Dia adalah dosen UPGRIS, doktor termuda di kampusnya

Hebat, Rizky Muliani Raih Gelar Doktor di Usia 32 Tahun
TRIBUNJATENG/DENI SETIAWAN/IST
Rizky Muliani Dwi Ujianti menyandang gelar doktor dalam ujian terbuka promosi doktor Program Studi Manajemen Sumberdaya Pantai Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro (FPIK Undip) Semarang pada Selasa (26/6/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Rizky Muliani Dwi Ujianti menyandang gelar doktor dalam ujian terbuka promosi doktor Program Studi Manajemen Sumberdaya Pantai Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro (FPIK Undip) Semarang pada Selasa (26/6/2018).

Tak sekadar itu, wanita yang tercatat sebagai dosen Teknologi Pangan Fakultas Teknik dan Informatika Universitas PGRI Semarang (FTI UPGRIS) tersebut merupakan doktor termuda di kampusnya.

Ya, disertasi yang diujikan di hadapan para dewan penguji di Kampus Pascasarjana Undip Semarang itu berjudul Strategi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Garang Berbasis Zonasi.

“Saya bersyukur telah berhasil mempertahankan disertasi ini. Dimana dalam disertasi tersebut ada beberapa fokus yang saya teliti. Seperti identifikasi kondisi fisik serta hidrologis pada perairan DAS Garang,” jelas dosen kelahiran Madiun 2 Juni 1986 itu.

Lalu, lanjutnya kepada Tribunjateng.com, Selasa (26/6/2018), tentang analisis biodiversitas plankton, analisis status pencemaran, hingga penyusunan strategi pengelolaan perairan tersebut yang berbasis pada zonasi.

“Itu menjadi hal penting, khususnya dalam aspek biogeofisik sebagai bagian dari strategi pengelolaan perairan sungai dari hulu ke hilir. Jika ada satu aspek yang terganggu, bakal mempengaruhi kestabilan ekosistem perairan sungai,” beber dosen yang menempuh program doktor sejak 2013 silam itu.

Menurutnya, sebagai bagian untuk mempermudah pengelolaannya, diperlukanlah sistem dimana itu berbasis zonasi. Terlebih, DAS Garang merupakan daerah aliran sungai yang membentang di 3 wilayah yakni Kota Semarang, Kabupaten Semarang, dan Kendal.

“Hulu DAS Garang ada di Kabupaten Semarang dan hilirnya di muara Laut Jawa --Kota Semarang--. Karena itu, diperlukan juga keterpaduan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) di wilayah darat serta rencana zonasi wilayah pesisiran,” ucapnya.

Dirinya berharap, melalui disertasi yang sebelumnya telah dilakukan melalui berbagai metode riset secara ilmiah tersebut, bisa bermanfaat. Tercipta harmonisasi dan sinkronisasi dalam pengelolaan sungai yang terintegritas.

“Dan yang tak kalah pentingnya, Forum DAS yang telah dibentuk oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah benar-benar mampu menjalankan tugas serta fungsinya. Sehingga apa yang jadi kekhawatiran, tidak terjadi, terutama di sepanjang DAS Garang,” tutupnya. (*)

Penulis: deni setiawan
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved