Selasa, 21 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pilkada Serentak 2018

Ikut Nyoblos, Ini Harapan Tokoh Sedulur Sikep Pada Pemimpin Terpilih

Pasalnya sebagai warga negara dia harus ikut memilih pemimpin, karena begitulah aturan yang berlaku di Indonesia.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: m nur huda
Tribun Jateng/Rifqi Gozali
Budi Santoso bersama Tianah saat menunjukkan jarinya yang berbekas tinta sesuai memilih di TPS, Rabu (27/6/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Gelaran Pilkada serentak dilaksanakan pada Rabu (27/6/2018). Warga Kudus selain harus memilih pasangan gubernur-wakil gubernur juga harus memilih bupati-wakil bupati.

Lantas bagaiman harapan tokoh sedulur sikep pada pemimpin yang terpilih nanti?

Budi Santoso, tokoh Sedulur Sikep asal Desa Larikrejo, Kecamatan Undaan, Kudus berharap siapa saja nanti yang terpilih baik Bupati Kudus maupun Gubernur Jawa Tengah mampu memimpin secara adil.

"Harapannya siapa yang terpilih bisa adil kepada semua rakyat yang dipimpinnya. Tidak ban cinde ban siladan atau pilih kasih atau tidak adil," kata Budi saat ditemui di kediamannya seusai memberikan suaranya di TPS 1 Desa Larikrejo.

Dia mengatakan, bahwa Sedulur Sikep tidak eksklusif atau menutup diri untuk tidak ikut andil dalam kontestasi demokrasi.

Pasalnya sebagai warga negara dia harus ikut memilih pemimpin, karena begitulah aturan yang berlaku di Indonesia.

"Kalau ada stigma Sedulur Sikep bangkang pemerintah, tidak mau ikut memilih itu tidak benar. Bangkang itu ketika masih pemerintahnya kolonial belanda.

Sekarang sudah dipimpin oleh warga Indonesia sendiri, kalau nenek moyang dulu bilangnya 'Jawa wis balik Jawane' atau bangsa kita sudah dipimpin oleh bangsa kita sendiri," katanya.

Lantas bagaimana ketika saat ini masih ada stigma negatif tentang Sedulur Sikep, Budi menanggapinya ringan. Stigma tersebut dibangun oleh kolonial. Jika sekarang masih ada yang beranggapan Sedulur Sikep masih kolot dan terbelakang, maka itu tidak benar.

"Buktinya saya ikut nyoblos. Ikut memilih pemimpin, karena saya juga ingin punya pemimpin yang mampu mengayomi yang juga bisa memikirkan komunitas kami sebagau Sedulur Sikep," katanya.

Dalam kesempatan Pilkada serentak kali ini Budi serta istrinya, Tianah, dan ketiga anaknya datang ke TPS secara bersamaan. Sisa tinta masih melekat di jari mereka. Hal itu sebaga bukti bahwa mereka telah menggunakan hak pilihnya.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved