Kegiatan Bina Desa, Mahasiswa Unimus Peroleh Rp 30 Juta

Torehan prestasi tingkat kembali diukir mahasiswa Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) pada pertengahan 2018.

Kegiatan Bina Desa, Mahasiswa Unimus Peroleh Rp 30 Juta
YOUTUBE
Rektor Unimus Prof Dr Masrukhi 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Torehan prestasi tingkat kembali diukir mahasiswa Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) pada pertengahan 2018.

Melalui Program Hibah Bina Desa (PHBD) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) RI, peroleh dana Rp 30 juta.

“Itu diraih oleh tim Koordinator Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Korkom IMM) Unimus. Dari prestasi dimana di dalamnya ada 15 mahasiswa tersebut jadi bukti lagi apabila Unimus senantiasa jadi perguruan tinggi yang peduli terhadap masyarakat,” kata Rektor Unimus Dr Masrukhi.

Kepada Tribunjateng.com, Kamis (28/6/2018), Masrukhi berharap besar melalui kegiatan bina desa tersebut bisa menjadi tolak ukur bagi kegiatan-kegiatan lainnya. Diharapkan pula bisa menginspirasi para mahasiswa lainnya.

“Sehingga semakin banyak torehan prestasi yang diraih mahasiswa Unimus yang secara tidak langsung pula bagian dari perwujudan dalam Catur Darma Pendidikan di kampus tercinta tersebut,” harap Masrukhi.

Terpisah, dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunjateng.com, Kamis (28/6/2018), tema proyek yang memperoleh pendanaan dari Kemenristekdikti RI pada 2018 tersebut yakni tentang pemberdayaan forum warga Desa Candigaron Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang.

“Basis dalam upaya pemberdayaan itu yakni optimalisasi potensi alam dalam pengurangan angka pernikahan dini menuju desa ekowisata. Dari ekowisata itu kami yakini bisa meningkatkan pendapatan serta perekonomian masyarakat setempat,” kata Ketua Tim PHBD Ragil Zainuri.

Mahasiswa Program Studi DIII Teknologi Laboratorium Medik Unimus tersebut pun membeberkan, sebelum proposal tersebut disetujui dan memperoleh pendataan dari Pemerintah Pusat, timnya melampaui beberapa tahapan.

“Setidaknya ada 3 tahapan yang harus kami lalui. Hingga akhirnya pada Juni 2018 ini, kami terpilih. Melalui program itu, total ada sekitar 75 tim dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia yang proposalnya disetujui serta didanai,” tuturnya.(*)

Penulis: deni setiawan
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved