Breaking News:

Komisi B DPRD Kota Semarang Minta Pedagang Ikan Pasar Rejomulyo Pindah

Pemkot Semarang batal melakukan pembongkaran Pasar Ikan Rejomulyo atau Pasar Kobong yang terletak di Jalan Pengapon

Penulis: m zaenal arifin | Editor: galih permadi
TRIBUN JATENG/GALIH PERMADI
Wakil Ketua Komisi B Danur Rispriyanto (bertopi) berbicara dengan perwakilan pedagang, Mujiburahman (memakai tas selempang). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemkot Semarang batal melakukan pembongkaran Pasar Ikan Rejomulyo atau Pasar Kobong yang terletak di Jalan Pengapon, Kelurahan Kemijen, Semarang Timur, Kota Semarang, Kamis (28/6/2018).

Rencana pembongkaran tersebut yang seyogyanya dilakukan, diketahui berdasarkan surat edaran dari Dinas Perdagangan Kota Semarang.

Dalam surat tersebut, Dinas Perdagangan memberikan waktu kepada para pedagang untuk pindah ke pasar baru yang terletak sekitar 100 meter dari pasar lama maksimal Rabu (27/6/2018) kemarin. Kemudian, Bagian Aset Pemkot Semarang akan melakukan pembongkaran pasar pada Kamis (28/6/2018).

Konflik antara pedagang ikan di Pasar Rejomulyo dengan Pemkot Semarang dan Dinas Perdagangan mendapat perhatian dari Komisi B DPRD Kota Semarang. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang, Danur Rispriyanto, konflik ini sudah berlangsung lama dan semua pihak pernah duduk bersama membahas hal itu.

Hanya saja, Danur meminta para pedagang untuk pindah terlebih dahulu ke pasar baru. Nantinya kekurangan fasilitas di pasar baru bisa dilengkapi sambil berjalan.

"Yang penting pindah dulu agar pasar yang dibangun dengan anggaran yang besar itu tidak mangkrak, tidak muspro. Fasilitas yang kurang, kan bida diusulkan dan dilengkapi sambil jalan," kata Danur, Kamis (28/6/2018).

Ia menuturkan, Pemkot dalam membangun pasar tersebut juga tidak sembarangan. Selain anggaran yang besar, pembangunannya juga dilakukan beberapa tahap atau multiyears. Hal itu dilakukan karena katerbatasan anggaran.

"Saran saya, antar pihak harus membangun etos bersama, saling percaya dan menghargai. Dinas Perdagangan menghargai pedagang, dan pedagang percaya pada Dinas," ucapnya.

Untuk itu, semua pihak harus kembali duduk bersama untuk membahasnya. Hanya saja, jika pemerintah telah memenuhi permintaan, maka sudah seharusnya pedagang juga komitmen untuk pindah.

"Jangan sampai permintaan itu justru hanya untuk menolak pindah saja. Jadinya kan tidak mendukung program pemerintah. Harus komitmen lah pedagangnya. Tapi yang penting pindah dulu, kekurangannya apa nanti diusulkan," paparnya.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved