Listrik Rumah Mudah Drop? Mahasiswa Undip Ciptakan Alat Untuk Mengatasinya

Ketika mutu listrik di rumah tersebut rendah, terjadi drop tegangan. Atau istilah dalam bahasa Jawa yakni ‘njegleg'

Listrik Rumah Mudah Drop? Mahasiswa Undip Ciptakan Alat Untuk Mengatasinya
Tribunjateng.com/Hermawan Handaka
Mahasiswa Universitas Diponegoro Semarang terlihat sedang mengoperasikan alat yang di beri nama "SMART COPY" di ruang Teknik Elektro, Kamis (28/6). Alat ini pertama di rancang oleh tiga mahasiswa yaitu Teguh Kurniawan (alm) dan kini mereka tinggal berdua yang meneruskan yaitu Novita Siti Lestari dan Alif Nabiel Luqman. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Bagi yang telah akrab di bidang kelistrikan, mungkin istilah daya reaktif tidak akan asing lagi terdengar. Namun, bagi yang belum besar kemungkinan sulit untuk menerjemahkan maksud tersebut.

Itu kerapkali yang menjadi problematik khususnya di rumah-rumah. Ketika di rumah tersebut memiliki cukup banyak perabotan listrik berdaya besar namun kapasitas daya yang terpasang tidak seimbang, bakal berdampak buruk.

Ketika mutu listrik di rumah tersebut rendah, terjadi drop tegangan. Atau istilah dalam bahasa Jawa yakni ‘njegleg’. Akibat lainnya baik disadari maupun tidak, dari buruknya kualitas listrik tersebut, semakin mempercepat kerusakan pada alat maupun perlengkapan listrik yang terpasang.

Dari situlah, tim mahasiswa Departemen Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (FT Undip) Semarang menggagas serta menciptakan produk inovatif bernama Smart Copy.

“Fungsi utama alat yang kami ciptakan tersebut secara umum untuk menghilangkan daya-daya bersifat reaktif tersebut. Tidak hanya berguna di rumah, tetapi juga perkantoran,” tutur Novita Siti Lestari (20) kepada Tribunjateng.com, Kamis (28/6/2018).

Koordinator tim peneliti Smart Copy tersebut kemunculan ide tersebut berawal dari niatan dia bersama kedua rekannya, Alif Nabiel Luqman (20) dan --almarhum-- Teguh Kurniawan mengikuti serta mengajukan proposal Program Kegiatan Mahasiswa (PKM) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) RI.

“Kami bersyukur proposal yang kami ajukan pada November 2017 tersebut disetujui dan didanai melalui PKM Karsa Cipta Kemenristekdikti RI Tahun 2018. Kami pun mulai mengimplementasikannya pada April 2018 dan selesai pada Juni 2018 ini,” tukas mahasiswi asal Sukoharjo tersebut.

Alif menambahkan, secara sederhana daya reaktif pada kelistrikan itu diibaratkan soda pada minuman. Soda pada minuman itu ketika dituangkan ke gelas sebenarnya tidak terlalu bermanfaat.

“Hanya akan membuat air terkesan penuh pada gelas. Padahal jika sudah dituangkan dan diminum, sebenarnya hanya separo atau bahkan kurang --tidak terisi penuh--. Soda tersebutlah yang kami coba hilangkan melalui alat itu,” tandas mahasiswa asal Medan Sumatera Utara itu.

Halaman
12
Penulis: deni setiawan
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved