Sambil Menangis Tio Pakusadewo Mengaku Sudah 10 Tahun Jadi Pecandu Narkoba

Dalam pledoinya, Tio mengaku kepada majelis hakim bahwa dirinya adalah pecandu narkoba selama 10 tahun belakangan ini.

Sambil Menangis Tio Pakusadewo Mengaku Sudah 10 Tahun Jadi Pecandu Narkoba
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Artis senior Tio Pakusadewo membacakan pledoi di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Kamis (28/6/2018). Tio Pakusadewo dituntut jaksa penuntut umum (JPU) pidana penjara selama enam tahun terkait penyalahgunaan narkotika. 

TRIBUNJATENG.COM - Aktor Tio Pakusadewo (54) membacakan secara langsung pembelaan atau pledoi, atas tuntutan dari pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas kasus dugaan penyalahgunaan dan kepemilikan, narkotika jenis sabu yang menjeratnya.

Tio membacakan langsung nota pembelaannya ketika persidangan yang berlangsung di Pengadilan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (28/6/2018).

Persidangan berlangsung sekitar pukul 15.30 WIB, Tio berjalan dari bangku tamu persidangan menuju bangku pesakitan, dengan memegang sebuah kertas yang berisikan pledoinya.

Baca: VIRAL Konser Ed Sheeran Dihentikan Tiba-tiba! Ternyata Beser Tak Kuat Tahan Buang Air Kecil

Dalam pledoinya, Tio mengaku kepada majelis hakim bahwa dirinya adalah pecandu narkoba selama 10 tahun belakangan ini.

"Saya adalah pencandu narkoba yang kronis. Sebagai seorang ayah, saya miliki kebanggaan tersendiri‎. Berkali-kali saya konsumsi Narkoba, saya sadar bahwa narkoba berkali-kali membodohi saya. Saya tidak bisa memberikan apa-apa," kata Tio Pakusadewo didalam persidangan.

Tio menambahkan, dirinya merasa bersalah dan mengaku sangat bodoh, bahwa dirinya ditangkap di depan anak-anaknya ketika di rumah.

Baca: Jengkel Divonis 7 Tahun, Fredrich Yunadi Katakan Majelis Hakim Mencontek Jaksa

"Saya ditangkap di depan anak-anak dan dibawa ke Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya. Kemudian saya rehabilitasi di RS Bhayangkara, Lebak Bulus, Jakarta Selatan selama tiga bulan. Kemudian saya dilimpahkan ke Rumah Tahanan (Rutan) Cipinang, Jakarta Timur," jelasnya.

Lanjut Tio, ia merasa tidak berdaya didepan anak-anaknya. Sebagai bapak, ia ingin kembali ke keluarganya dan berkumpul bersama dengan ketiga anak-anaknya.

"Ini hukuman terberat yang saya alami. Menguras waktu dan tenaga saya. Saya terjerumus dari korban narkotika," ujar Tio Pakusadewo seraya menangis. (*)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved