Breaking News:

Tolak Permintaan Pedagang Rejomulyo Lama, Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Ancam Tindakan Ini

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto, menolak memenuhi permintaan para pedagang ikan Pasar Rejomulyo

Penulis: m zaenal arifin | Editor: galih permadi
tribunjateng/galih permadi
Puluhan pedagang Pasar Rejomulyo tampak sibuk memasang spanduk di jalan utama masuk pasar, Jumat (17/3) pagi 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto, menolak memenuhi permintaan para pedagang ikan Pasar Rejomulyo atau Pasar Kobong yang enggan pindah ke lokasi pasar baru.

Ia beralasan, Pasar tersebut dibangun sudah sesuai kebutuhan.

Terlebih, kondisi pasar baru yang dinilai pedagang tidak memadai karena luasan kios, parkir dan loading (area bongkar muat) terlalu kecil, dinyatakan tidak benar dalam persidangan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang maupun Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) di Surabaya.

"Terkait permintaan paguyuban pedagang atas perbaikan luasan, itu sudah terjawab dalam persidangan di PTUN Semarang maupun PTTUN Surabaya. Sehingga tidak ada alasan lagi bagi pedagang untuk menolak menempati pasar baru," kata Fajar, Jumat (29/6/2018).

Jika masih bersikeras menolak pindah, Fajar mengancam akan mengisi pasar baru dengan pedagang ikan yang lain pada pekan depan. Pasalnya, Dinas Perdagangan sudah memberikan waktu kepada pedagang ikan di Pasar Rejomulyo lama sampai 27 Juni kemarin.

"Batas waktu kepindahan tetap berlaku. Jika tidak pindah, maka Rasar Rejomulyo baru akan kami isi dengan pedagang lain pada pekan depan," ancamnya.

Ia menegaskan, pedagang yang sudah bertahun-tahun berjualan di Pasar Rejomulyo lama tidak semuanya menolak relokasi.

Sebagian besar pedagang sebenarnya menerima kios yang diberikan dan sudah mengambil nomor pengundian. Sebagian lainnya belum mengambil nomor undian karena terprovokasi beberapa pedagang yang menolak menempati pasar baru.

Meski demikian, pihaknya tidak mempersoalkan jika nantinya para pedagang yang menolak pindah akhirnya tidak mendapat jatah kios yang diberikan kepada pedagang lain atau pedagang baru.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved