Breaking News:

Piala Dunia 2018

Sepak Bola yang Membahagiakan

Menjadi tuan rumah Piala Dunia tidak mudah. Pemain dan infrastruktur termasuk dua hal yang harus dipersiapkan secara sangat baik.

ISTIMEWA
Yerry Mina (kiri) merayakan golnya untuk Kolombia ke gawang Senegal dalam partai Grup H Piala Dunia 2018 di Samara Arena, Samara, 28 Juni 2018. 

TRIBUNJAtENG.COM - Piala Dunia bukan sekadar pertandingan sepak bola. Turnamen sepak bola paling akbar di dunia ini adalah momen untuk merasakan kebahagiaan. Begitulah pandangan Achsanul Qosasi, presiden klub Madura United, saat saya jumpai di Moskow, Rusia, Rabu (27/6).

Achsanul turut merasakan atmosfer Piala Dunia 2018 di Rusia. Dia telah menyaksikan pertandingan antara tim nasional Serbia dan Brasil di Stadion Spartak, Moskow, setelah perjumpaan kami. Dia juga akan bepergian ke sejumlah kota di Rusia seperti Kazan dan Saint Petersburg untuk menyaksikan sejumlah pertandingan secara langsung. "Saya nonton Piala Dunia sejak di Korea-Jepang, Afrika Selatan, Brasil, dan di sini. Saya tidak pernah absen di setiap perhelatan Piala Dunia," ujar Achsanul.

Ada satu hal yang membuat mantan politikus Partai Demokrat itu datang ke Rusia saat Piala Dunia 2018 bergulir. Dia datang karena ingin merasakan euforia para pendukung, perjuangan pendukung, dan loyalitas pendukung kepada tim nasional mereka. "Saya tertarik melihat pernak-pernik yang mereka pakai. Kejadian di luar lapangan itu," tutur Achsanul yang memesan tiket pertandingan Piala Dunia 2018 sejak tiga bulan lalu.

Kami kemudian berangkat ke Stadion Spartak secara terpisah pukul 17.30 waktu setempat, tiba hampir bersamaan 45 menit berselang. Di stadion, Achsanul telah mengenakan seragam tim nasional Brasil. Achsanul tak lupa mengenakan syal Madura United. "Saya biasanya datang tiga jam sebelum pertandingan untuk melihat kejadian-kejadian menarik yang terjadi yang menurut saya hanya ada di sepak bola. Kita tidak akan menemukan itu di olahraga lain," kata pria yang juga anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) itu.

Meski cukup lama berkecimpung di dunia olahraga, Achsanul mengaku sering terkejut oleh tingkah laku para pendukung. Menurut Achsanul momen-momen seperti itulah yang terbaik dari sepak bola.

Hal lain yang dia lihat dari perhelatan Piala Dunia adalah bagaimana para pendukung mampu menunjukkan sportivitas. Achsanul kagum terhadap bagaimana para pendukung bisa menerima kekalahan tim kesayangannya. Hal seperti ini yang harus dipelajari masyarakat Indonesia, terutama para pendukung di tanah air. Meski Achsanul melihat sikap para pendukung di Indonesia mengarah ke positif, dia menekankan pentingnya kompetisi domestik yang baik.

"Kalau kompetisi kita itu bagus, berjalan baik, dan dikelola secara baik, suporter juga senang. Mengajarkan mereka untuk menikmati kekalahan. Tidak perlu sedih dalam menghadapi kekalahan. Kita harus belajar dari kekalahan untuk menyiapkan strategi meraih kemenangan berikutnya," kata Achsanul.

Menang Dua Kali

Achsanul juga memberikan acungan jempol kepada Rusia selaku negara penyelenggara Piala Dunia 2018. Di mata Achsanul, euforia Rusia dalam menyambut Piala Dunia terasa sungguh luar biasa. Euforia ini yang dia rasakan sejak mendarat di Moskow. "Hampir semua yang datang ke sini datang mengenakan jersey tim nasional masing-masing. Semua menunjukkan identitas mereka. Ini satu hal yang bagus bagi Rusia sendiri," kata Achsanul.

Menurut mantan bendahara PSSI di era kepemimpinan Nurdin Halid itu, Rusia menang dua kali jika dilihat dari cara mereka menyelenggarakan Piala Dunia 2018. Rusia sukses sebagai penyelenggara dan tim nasional mereka juga tampil impresif. "Kesuksesan mereka sebagai penyelenggara tentunya mendatangkan devisa untuk Rusia. Hampir semua suvenir dirancang berbau Indonesia. Ini yang harus kita tiru. Sepak bola itu bukan sekadar olahraga, tapi juga politik, ekonomi, dan budaya," ujar Achsanul.

Halaman
12
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved