Liputan Khusus

Dampak Sistem Zonasi untuk PPDB 2018, Didik Terganjal Daftarkan Anaknya di SMP Favorit ‎

Banyak pihak yang menyambut baik diterapkannya sistem zonasi dengan mengusung semangat pemerataan akses dan kualitas pendidikan

Dampak Sistem Zonasi untuk PPDB 2018, Didik Terganjal Daftarkan Anaknya di SMP Favorit ‎
Tribun Jateng

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No. 14/2018 menjadi acuan bagi penerapan sistem zonasi untuk penerimaan peserta didik baru (PPDB) mulai tingkat TK-SMA.

Kebijakan itu mengatur Penerimaan Peserta Didik Baru pada Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), atau bentuk lain yang sederajat,

Banyak pihak yang menyambut baik diterapkannya sistem zonasi dengan mengusung semangat pemerataan akses dan kualitas pendidikan untuk PPDB 2018 ini.

Namun, tak sedikit orangtua yang khawatir tak dapat menyekolahkan anak-anak mereka di sekolah favorit yang diinginkan, terutama mereka yang tinggal di wilayah perbatasan kota.

Satu di antaranya, sebut saja Didik W, warga Pucang Gading, Kecamatan Mranggen, Demak. ‎Anak keduanya tahun ini memasuki jenjang pendidikan SMP.

"‎Rencana awalnya ingin masuk ke satu SMPN favorit di Kota Semarang, karena kan secara jarak dan kultur, Pucang Gading tak jauh dari Kota Semarang," katanya, kepada Tribun Jateng, baru-baru ini.

Dia menyebut, anak lelakinya itu selama ini aktif mengikuti kegiatan ekstakurikuler taekwondo. Putranya sering ber‎latih di komplek SMPN 42 Semarang, yang hanya berjarak beberapa kilometer dari tempat tinggalnya.

"Anak pengen masuk sana, fasilitas sekolahnya juga bagus, ada kolam renang. Selain itu, sekolah itu cukup dikenal karena kedisiplinannya," ucap ayah dua anak itu.

Namun, Didik pesimistis anaknya dapat diterima di sekolah yang diinginkan, lantaran adanya sistem zonasi yang mulai diterapkan secara nasional pada tahun ini. Sebab secara kewilayahan, anaknya sama sekali tak masuk zona sekolah itu.‎

"Meski dekat, kami kan jadi masuk luar zona atau luar kota‎. Jadi, peluang diterima di sana semakin kecil. Bisa dibilang, harapan menyekolahkan anak di SMPN favorit pupus," ujarnya.

Halaman
1234
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved