PPDB Online

Ganjar: Tahun Lalu 168 Siswa Dicoret karena Mengaku Miskin, Kini System makin Sempurna

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan pihaknya sudah kali kedua menggelar PPDB Online

Ganjar: Tahun Lalu 168 Siswa Dicoret karena Mengaku Miskin, Kini System makin Sempurna
Tribun Jateng/Daniel Ari Purnomo/dok
FOTO DOKUMEN - Ganjar Pranowo usai kunjungan di Pondok Pesantren Abdul Jalal, Kalioso, Kali Jambe, Kabupaten Sragen 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Daniel Ari Purnomo

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan pihaknya sudah kali kedua menggelar Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) serentak secara daring.

Yang pertama atau tahun sebelumnya, kata Ganjar, pihaknya mendapat banyak pengaduan dari masyarakat.

"Terutama, ketika calon siswa itu memilih yang menurut orangtuanya sekolah favorit," kata dia di rumah dinas Gubernur, Puri Gedeh, Senin (2/7/2018) malam.

Alumnus UGM itu membeberkan penyelenggaraan PPDB Online kali pertama banyak terjadi demoralisasi. Banyak orangtua calon siswa mengaku miskin agar dimudahkan masuk ke sekolah pilihan.

"Maka dia mencari surat keterangan tidak mampu atau SKTM kepada kades-kades (kepala desa). Akhirnya kami harus mencoret 168 siswa, karena sebenarnya dia tidak miskin. Kan tidak boleh, wong mau sekolah kok tidak jujur," kata Ganjar.

Dia mengimbuhkan PPDB tahun lalu masih menggunakan sistem rayonisasi. Ternyata sistem itu bermasalah. Salah satunya adalah pengaduan dari calon siswa di Kabupaten Semarang, yang tinggal di perbatasan dengan Salatiga.

"Jadi dia lebih dekat ke Salatiga ketimbang di Kabupaten Semarang. Maka dulu, rayonnya itu adalah pemerintahan, dari persoalan ini kami coba perbaiki. Disamping cara menginput data, waktu itu banyak persoalan tidak biasa, kesulitan sinyal dan macam-macam," paparnya.

Di PPDB Online tahun kedua ini, lanjut Ganjar, pihaknya sudah menyempurnakan segalanya.

Pertama, sistem rayonisasi diganti dengan zona. Zona yang dimaksud, episentrumnya adalah kedekatan sekolahan.

"Sehingga kami harapkan siswa lebih dekat, ongkosnya murah, dan mereka lebih gampang. Sehingga mereka sudah membayangkan rumahku di sini, sekolahku di sekitar sini," jelasnya.

Kedua, Ganjar menambahkan orangtua calon siswa kini tidak perlu repot mencari legalisir KK dan sebagainya. Hal tersebut bisa dilakukan setelah calon siswa sudah diterima.

Ketiga, soal perbaikan jaringan. Pria kelahiran Karanganyar itu menegaskan kini calon siswa bisa mengakses aplikasi PPDB secara mudah. Bisa melalui ponsel smartphone atau komputer jinjing. (*)

Penulis: Daniel Ari Purnomo
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved