Segera Dinormalisasi, 105 Bangunan di Bantaran Kali Bodri Kendal Dirobohkan

Sejumlah 105 bangunan di sepanjang bantaran saluran induk Kali Bodri Kiri yang berada di Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, dibongkar

Segera Dinormalisasi, 105 Bangunan di Bantaran Kali Bodri Kendal Dirobohkan
Tribun Jateng/Dhian Adi Putranto
Alat berat berupa eskavator sedang merobohkan bangunan yang ada di sepanjang bantaran saluran induk Kali Bodri Kiri yang berada di Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, dibongkar menggunakan alat berat berupa Eskavator, Senin (2/7/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dhian Adi Putranto

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Sejumlah 105 bangunan di sepanjang bantaran saluran induk Kali Bodri yang berada di Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, dibongkar menggunakan alat berat berupa Eskavator, Senin (2/7/2018).

Penertiban bangunan yang dijadikan untuk aktivitas perdagangan itu dilakukan sepanjang lima kilometer dari Desa Sedayu hingga Desa Sojomerto, Kecamatan Gemuh. Pembongkaran itu dilakukan menggunakan alat berat Ekskvator.

Sebelumnya, Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (Pusdataru) Jawa Tengah, telah memberi peringatan dua kali pada para pemilik bangunan untuk membongkar sendiri bangunannya.

Perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana (BBWSPJ) , Direktortat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA), Sugiyanto mengatakan, pernertiban itu dilakukan karena dalam waktu dekat sungai itu akan dilakukan normalisasi.

"Karena sebentar lagi kami akan melakukan pengerukan sedimentasi pada Kalibodri Kiri. Oleh sebab itu bangunan liar di bantaran sungai harus ditertibakan," ujarnya.

Ia menambahkan, saat penertiban sebagian besar warga telah mengikuti arahan dari pihaknya. Mereka secara swadaya membongkar sendiri bangunannya.

"Bangunan itu sebagian besar merupakan pertokoan terutama pada depan pasar Galih dan bangunan yang dibangun merupakan bangunan permanen sehingga menggunakan alat berat," terangnya.

Sementara itu, Kepala Desa Galih, Akhmad Saikhu mengatakan, rencananya kawasan bantaran sungai itu akan dibangun menjadi taman.

"Warga kami yang membangun di atas bantaran itu sudah iklas bangunan mereka harus dirobohkan, mereka memilih untuk membongkar sendiri," katanya.(*)

Penulis: Dhian Adi Putranto
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved