OPINI

FORUM GURU: Zonasi Pintu Pemerataan Sekolah Berkualitas

Sistem zonasi telah dilahirkan oleh pemerintah melalui Permendikbud Nomor 14 tahun 2018 tentang penerimaan peserta didik baru (PPDB)

FORUM GURU: Zonasi Pintu Pemerataan Sekolah Berkualitas
Tribun Jateng

Oleh Abdul Azis Muslim, M.Pd
GuruSMPN 1 Wedung Kabupaten Demak, Alumnus Pascasarjana IAIN Kudus

TRIBUNJATENG.COM - Sistem zonasi telah dilahirkan oleh pemerintah melalui Permendikbud Nomor 14 tahun 2018 tentang penerimaan peserta didik baru (PPDB) dengan perkecualian untuk SMK. Peraturan ini menjadi pintu gerbang untuk pemerataan sekolah yang berkualitas dan berkeadilan.

Meski ada keluhan dari orang tua yang mengaku anaknya tidak bisa menyekolahkan anaknya di sekolah favorit, tidak boleh mengurangi semangat dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk tetap menggunakan sistem zonasi.

Sebelum ada zonasi kita bisa merasakan aroma persaingan yang tidak sehat. Sama-sama menyandang negeri, tapi ada sekolah negeri di pelosok masih kekurangan murid pada saat penerimaan peserta didik baru (PPDB) alasannya karena banyak orang tua siswa yang mencarikan anaknya sekolah yang berbobot di sekolah kota.

Belum lagi, melihat persaingan di tingkat kecamatan, banyak sekolah negeri harus berebut siswa dengan sekolah negeri maupun swasta. Kondisi dikarenakan dengan adanya perebutan murid dalam rangka mendapatkan dana operasional sekolah (BOS).

Sehingga apa yang terjadi, sekolah yang ada di pelosok pedesaan seolah hanya menyisakan anak-anak dalam tanda kutip “sisa” dari sekolah yang dianggap masyarakat favorit. Kondisi ini jelas menjadi beban bagi sekolah. Didalamnya tentu saja civitas sekolah mulai dari kepala sekolah, dewanguru, staf tata usaha dan segenap komponen sekolah harus berjuang untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas namun dengan input yang “pas-pasan”. Kondisi ini jelas sangat meprihatinkan jika dibiarkan berlarut karena hanya akan menghasilkan ketimpangan sosial di bidang pendidikan.

Maka sangat tepat, pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pendidikan Nasional dan Kebudayaan membuat sistem zonasi dalam rangka pemerataan. Adanya sistem zonasi, maka orang tua siswa mau tidak mau harus mendaftar di sekolah terdekat.

Orang tua harus tidak lagi ngotot mendaftarkan anaknya ke sekolah yang jaraknya jauh tapi menyandang status favorit. Sehingga tidak ada ceritanya banyak siswa pintar terkumpul di satu sekolah, yang selama ini dinilai sebagai sekolah favorit. Kebijakan ini dinilai tepat terutama untuk membantu siswa kurang mampu memperoleh pendidikan di sekitar tempat tinggal mereka.

Ketentuan mengenai zonasi dicantumkan dalam Pasal 16 Permendikbud Nomor 14 tahun 2018 di mana sekolah wajib menerima paling sedikit 90 persen peserta didik yang berdomisili pada radius zona terdekat dari sekolah. Keterangan domisili ini dibuktikan dengan kartu keluarga yang diterbitkan paling lambat 6 bulan sebelum pelaksanaan PPDB.

Radius zona terdekat ditetapkan oleh pemerintah daerah sesuai dengan kondisi di daerah tersebut. Kemudian sebesar 10 persen dari total jumlah peserta didik dibagi menjadi dua kriteria, yaitu lima persen untuk jalur prestasi, dan lima persen untuk peserta didik yang mengalami perpindahan domisili ataupun karena faktor bencana. Disinilah sebetulnya orang tua tidak perlu khawatir karena pemerintah masih menyediakan kuota bagi anak berprestasi.

Halaman
12
Editor: Catur waskito Edy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved