Ini Dia Pentingnya Sertifikasi Operator PLTD

Sertifikasi yang diselenggarakan di Hotel Candi Indah ini diikuti operator PLTD aparatur pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Ini Dia Pentingnya Sertifikasi Operator PLTD
tribunjateng/rahdyan trijoko pamungkas
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama lembaga sertifikasi kompetensi Ikatan Ahli Tekni Ketenagalistrikan Indonesia (Eleska IATKI) selenggarakan sertifikasi kompetensi tenaga teknik operator pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD), Selasa (3/7/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Rahdyan Trijoko Pamungkas

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama lembaga sertifikasi kompetensi Ikatan Ahli Tekni Ketenagalistrikan Indonesia (Eleska IATKI) selenggarakan sertifikasi kompetensi tenaga teknik operator pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD), Selasa (3/7/2018).

Sertifikasi yang diselenggarakan di Hotel Candi Indah ini diikuti operator PLTD aparatur pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Manager PT Eleska IATKI Jawa Tengah , Slamet Eko Ariyanto mengatakan Eleska IATKI telah familiar di dunia sertifikasi kelistrikan sejak tahun 2001.

Sertifikasi ini berawal ketika tenaga listrik dari Indonesia diupah murah saat bekerja di luar negeri. Penyebab pengupahan murah karena tenaga listrik dari Indonesia tidak memiliki kompetensi.

"Oleh karena itu tahun 2001 kami bersama kawan-kawan penyedia listrik, dan regulasi membuat perkumpulan IATKI," jelasnya.

Kemudian, Kata Eko, di tahun 2009 terdapat UU Nomor 30 tahun 2009 tentang ketenagalistrikan yang menyebutkan bahwa setiap tenaga teknis wajib memiliki sertifikasi.

"Aturan tersebut dikuatkan dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 14 tahun 2012 tentang kegiatan usaha penyedia tenaga listrik, dan Peraturan Menteri (PM) ESDM nomor 35 tahun 2013 tentang perizinan ketanagalistrikan," jelasnya.

Sertifikat yang dimiliki peserta diakui secara nasional, dan internasional. Pemerintah Indonesia mengharapkan adanya tenaga Indonesia dapat bersaing dengan tenaga asing.

"Sekarang pemegang Izin operasi genset di Jawa Tengah ada seribu lebih. Namun yang memegang kompetensi belum ada 150 orang," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas
Editor: iswidodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved