Wanita Ini Menggugat Perdata Walikota Yuliyanto

Sengketa di pucuk kepengurusan DPC Partai Gerindra Kota Salatiga semakin memanas.

Wanita Ini Menggugat Perdata Walikota Yuliyanto
tribunjateng/ponco wiyono
Sengketa di pucuk kepengurusan DPC Partai Gerindra Kota Salatiga semakin memanas. 

Laporan wartawan Tribun Jateng, Ponco Wiyono

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Sengketa di pucuk kepengurusan DPC Partai Gerindra Kota Salatiga semakin memanas.

Pelantikan Riawan Woro Endartiningrum menjadi Wakil Ketua DPRD melalui sidang paripurna istimewa langsung ditaggapi oleh Diah Sunarsasi dengan gugatan perdata.

Sebelumnya, pada Oktober tahun lalu Diah selaku Ketua DPC Gerindra Kota Salatiga periode 2014-2019 digantikan posisinya oleh Yuliyanto lewat surat keputusan DPP Partai Gerindra No 07-0124/Kpts/DPP-Gerindra/2017, sebagai Ketua DPC Gerindra Kota Salatiga.

Posisi Diah sebagai Wakil Ketua DPRD kemudian turut dicopot setelah Woro yang juga merupakan Wakil ketua DPC Gerindra dilantik menggantikannya.

"Dalam gugatan yang teregister dalam perkara Nomor 36/Pdt.G/208/PN.Slt Tanggal 29 Juni 2018 berupa perbuatan melawan hukum yang diduga dilakukan oleh Yuliyanto SE, MM dan Riawan Woro Endartiningrum SE untuk merongrong, merampas hak da kedudukan Ir Diah SUnarsasi sebagai Ketua DPC partai Gerindra Kota Salatiga dan Wakil Ketua DPRD Kota Salatiga, kami menuntut ganti rugi sebesar Rp5.985.500.000 dan tuntutan imateriil sebesar Rp20.000.000," tegas Kuasa Hukum Diah, M Sofyan saat ditemui wartawan pada Rabu (4/7/2018).

Selain dua nama di atas, Ketua Umum DPP Gerindra, Ketua DPRD Kota Salatiga, Walikota Salatiga, dan Gubernur Jawa Tengah (incasu Plt Gubernur Jateng) juga turut menjadi Turut Tergugat satu hingga empat.

"Kami juga memperjuangkan harkat dan martabat klien kami sebagai Wakil ketua DPRD Kota Salatiga dengan mengajukan gugatan PTUN Semarang dengan register Nomor 75/G/2018/PTUN.Smg dengan Riawan Woro /endartiningrum SE selaku tergugat II intrvensi dan yang menjadi obye gugatan adalah Surat Keputusan Tata Usaha Negara yaitu Keputusan Gubernur Jawa tengah Nomor: 170/44 Tahun 2018 tentang peresmian Pemberhentian dan Peresmian Pengangkatan Ketua Dewan perwakilan Rakyat Daerah Kota Salatiga Sisa Masa keanggotaan Tahun 2014-2019 tanggal 25 Mei 2018," jelas Sofyan lagi.

Sementara Diah sendiri mengatakan, sejak pergantian kepemimpinan partai dirinya tidak pernah diajak untuk berembuk. Menurutnya, sebagai partai besar di Salatiga Gerindra harus menunjukkan sikap yang bijak.

"Pergantian RT saja ada rembukannya, ini kader partai sudah berbuat tahu-tahu dipenggal. Jika begini saya yakin partai ini tidak ada kaderisasi," ujar Diah.

Diah juga bertekad untuk menyampaikan masalahnya kepada mahkamah partai, dengan harapan masyarakat menjadi lebih paham bagaimana sistem yang berlaku di Gerindra. Ia juga mengatakan dirinya bukan yang pertama menjadi korban pergantian kepeimpinan sepihak semacam ini.

"Di Jateng saja ada 16 kabupaten kota yang seperti saya, itu cuma di satu provinsi. Saya sendiri diminta loyal namun saya loyal kepada DPP karena SK saya dulu dari DPP," katanya. (*)

Penulis: ponco wiyono
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved