Breaking News:

Dicabuli Sejak SD, Siswa Kelas 12 SMA Laporkan Kawan Sepermainan. Ini Kronologinya

Saat ini barang tersebut turut diamankan oleh petugas kepolisian untuk dijadikan sebagai barang bukti

Penulis: ponco wiyono | Editor: muslimah
Tribunjateng.com/Ponco Wiyono
Waka Polres Semarang Kompol Cahyo Widyatmoko (kiri) dan Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Yusi Andi Sukmana (kanan) mengapit pelaku pencabulan Triworo Budi Santoso saat gelar di Mapolres Semarang, Kamis (5/7/2018). 

Laporan wartawan Tribun Jateng, Ponco Wiyono

TRIBUNJATENG.COM, KAB. SEMARANG - Tega nian pemuda berusia 27 tahun ini, melakukan pelecehan seksual terhadap kawan sepermainan yang yang berusia 10 tahun lebih muda darinya.

Kelakuan Triworo Budi Santoso (27), warga Desa Genting, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang yang sudah berlangsung selama sekitar enam tahun terakhir ini akhirnya terkuak setelah korban yang tinggal berlainan dusun, AK (17) melaporkan perbuatan bejat Triworo kepada pamannya yang segera melapor ke polisi.

Dalam gelar kasus di Mapolres Semarang pada Kamis (5/7/208), pelaku yang merupakan karyawan perusahaan swasta melakukan perbuatan berupa memaksa korban melakukan seks oral dan sodomi sejak korban duduk di bangku sekolah dasar.

"Kasus ini terbongkar saat korban yang didampingi para saksi melapor bahwa ia sudah menjadi korban perbuatan pedofil sejak kelas VI SD. Kala itu ia diminta  melakukan seks oral. Itu berlangsung selama empat tahun sampai korban duduk di bangku SMA dan pelaku mulai melakuka nsodomi," urai Waka Polres Semarang Kompol Cahyo Widyatmoko.

Korban sendiri sudah duduk di kelas 12 SMA dan mulai menyadari selama ini ia dijadikan budak nafsu oleh kawan sepermainannya. Kendati begitu, pelaku menolak tuduhan jika ia melakukan pelecehan tersebut seminggu sekali.

"Kalau pas mau saja, kebetulan korban sering tidur menginap di rumah saya dan perasaan untuk melakukannya muncul spontan saja. Korban juga tidak pernah menolak," aku Triworo.

Guna merayu korban, pelaku memberikan telepon genggam kepada korban.

Saat ini barang tersebut turut diamankan oleh petugas kepolisian untuk dijadikan sebagai barang bukti.

Pada kesempata ini, Kasat Reskrim Polres Semarang AKP YusP Andi Sukmana mengatakan perbuatan pelaku melanggar Pasal 76 E juncto Pasal 82 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2014 tentang perlindungan Anak.

"Dia terancam hukuman paling sedikit lima tahun penjara," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved