Info Intelijen, Anak Pemimpin ISIS Tewas Akibat Serangan Rudal Rusia di Irak

Hudhayfah al-Badri, putra pemimpin kelompok ISIS Abu Bakr al-Baghdadi, tewas akibat sebuah serangan misil yang dilancarkan Rusia

Info Intelijen, Anak Pemimpin ISIS Tewas Akibat Serangan Rudal Rusia di Irak
Newsweek
Sebuah gambar yang dirilis ISIS cabang Homs, Wilayah Hims, untuk menunjukkan putra pemimpin ISIS Abu Bakr Al Baghdadi, Hudhayfah Al Badri, yang disebut tewas pada Selasa (3/7/2018). 

TRIBUNJATENG.COM, BAGHDAD - Hudhayfah al-Badri, putra pemimpin kelompok ISIS Abu Bakr al-Baghdadi, tewas akibat sebuah serangan misil yang dilancarkan Rusia. Demikian disampaikan sumber intelijen Irak.

Dilansir dari AFP, sumber intelijen Falcon Irak mengatakan, pasukan Rusia telah menembakkan tiga buah misil ke sebuah goa di Homs, pada Senin (2/7/2018).

Goa tersebut diyakini menjadi tempat persembunyian 30 petinggi ISIS dan sejumlah pengawal al-Badri. Sumber menyebut setidaknya 11 orang tewas dalam serangan misil itu.

"Badri bukanlah anggota pasukan tempur. Dia adalah ikon yang berpindah dari satu tempat ke tempat lain sebagai bentuk propaganda psikologis bagi anggota organisasi lainnya," kata sumber intelijen Irak, Rabu (4/7/2018).

Sebelumnya dikabarkan media propaganda ISIS, Amaq, bahwa al-Badri, putra dari al-Baghdadi, telah tewas dalam sebuah serangan saat dalam operasi melawan Nussayriyyah dan Rusia di pembangkir listrik tenaga panas bumi di Homs, Suriah.

Nussayriyyah merupakan istilah yang digunakan oleh ISIS untuk komunitas Alawit, pendukung Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Pada 22 Juni, Badri sempat berhasil lolos dari serangan udara yang dilancarkan Irak. Namun dua pengawalnya, termasuk menantu Baghdadi, Saud Mohammed al-Kurdi alias Abu Abdallah tewas dalam serangan.

Sementara kabar pemimpin ISIS, al-Baghdadi, hingga kini masih belum ada kejelasan.

Meski dia telah beberapa kali dikabarkan tewas dalam sejumlah serangan, Baghdadi diyakini masih hidup di wilayah Suriah yang dekat dengan perbatasan Irak. Demikian menurut sumber intelijen Irak pada bulan Mei lalu.

Baghdadi bahkan sempat dijuluki sebagai orang paling dicari di bumi dengan AS telah menawarkan uang hadiah 25 juta dolar untuk informasi yang dapat mengarahkan pada penangkapannya.

Baghdadi mendeklarasikan kekhalifahan ISIS di Suriah dan Irak pada 2014, sempat menguasai sepertiga wilayah Irak.

Namun Pemerintah Irak mengumumkan kemenangan atas ISIS pada bulan Desember tahun lalu. Operasi militer masih terus dilakukan secara rutin dengan menargetkan sebagian besar wilayah gurun di celah-celah sepanjang perbatasan Suriah.(*)

Editor: m nur huda
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved