Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Apa Kabar Tenaga Honorer K2 Nasibnya Kini? Ini Janji Jokowi

Ada yang sudah 20 tahun bertugas, 15 tahun, 12 tahun, tidak jelas nasibnya sampai sekarang. Kami minta kepada Presiden supaya diangkat

TRIBUNJATENG.COM, BOGOR - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali bertemu dengan para bupati seluruh Indonesia untuk mendengar berbagai keluhan di daerah secara langsung di Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (5/7).

"Forum yang lebih kecil ini lebih bebas untuk menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan pemerintahan di daerah. Kami ingin agar pemerintah pusat, provinsi, kabupaten ini betul-betul satu garis lurus," tutur Jokowi.

Seusai melakukan diskusi, Jokowi mengajak para bupati untuk makan bersama di beranda belakang Istana Kepresidenan Bogor. Terlihat, menu yang disediakan yaitu sate ayam, sate kambing, dan bakso.

Seusai melakukan makan sore, Presiden kembali mengajak para bupati untuk berdikusi di ruangan Garuda.

Adapun bupati yang hadir pada pertemuan sore hari sebanyak 19 orang dari 30 undangan yang diberikan, seperti Bupati Trenggalek Emil Dardak, Bupati Polewali Mandar Andi Ibrahim Masdar, dan lain-lain.

Sebelumnya, pada pagi hari, Jokowi bertemu dengan 23 bupati yang berasal dari berbagai daerah dari 30 undangan yang diberikan, seperti Bupati Bantul Suharsono, Bupati Jepara Marzuki, Bupati Sleman Sri Purnomo, Bupati Sumba Tengah Umbu Sappi Pateduk, dan lain-lain.

Dalam pertemuan itu, Jokowi meminta bupati seluruh Indonesia kompak ketika ada setiap kebijakan yang dikeluarkan pemerintahan pusat untuk bisa dikerjakan secara sinergi bersama-sama hingga pemerintah kabupaten.

Di kesempatan itu, Presiden Jokowi juga membahas terkait dengan masalah ekonomi yang tengah berada di posisi sulit.

"Saya kira bapak ibu bupati semuanya juga merasakan betapa ketidakpastian ekonomi dunia itu betul-betul sulit dikalkulasi dan sulit dihitung. Tapi kita patut bersyukur bahwa ekonomi kita masih bisa tumbuh 5 persen, lebih sedikit itu saya kira sudah patut kita syukuri," ucapnya.

Dengan kondisi itu, Presiden mengajak daerah menjaga agar pertumbuhan ekonomi tanah air menjadi pertumbuhan yang berkualitas.

Para bupati yang bertemu Presiden juga sempat menyampaikan keluh kesah mereka.

Keluhan yang disampaikan antara lain mengenai tenaga honorer Kategori 2 (K2) yang tak kunjung diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Ada yang sudah 20 tahun bertugas, 15 tahun, 12 tahun, tidak jelas nasibnya sampai sekarang. Kami minta kepada Presiden supaya diangkat. Kasihan mereka, mereka sudah mengabdi untuk negara ini," kata Bupati Nias Sokhiatulo Laoly.

Presiden Jokowi pun menyambut baik usulan itu. Presiden berjanji akan mengkaji dan mempertimbangkan yang disampaikan kepala daerah. (Tribun Network/sen/kps/wly)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved