Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pilkada Serentak

Hasil Pleno KPU Banyumas, Husein-Sadewo Unggul

Hasil pleno tak jauh beda dengan hasil hitung cepat oleh KPU sebelumnya yang diambil dari 70 persen perolehan suara

Penulis: khoirul muzaki | Editor: muslimah
Tribunjateng.com/Khoirul Muzaki
Penyerahan berita acara hasil rekapitulasi perolehan suara Pilbup Banyumas oleh KPU ke Panwas Banyumas. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyumas telah merampungkan rapat pleno rekapitulasi perolehan suara Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Banyumas 2018.

Hasil pleno tak jauh beda dengan hasil hitung cepat oleh KPU sebelumnya yang diambil dari 70 persen perolehan suara.

Hasil rapat pleno yang berlangsung hingga Kamis tengah malam (5/7) ini menempatkan pasangan calon Ahmad Husein-Sadewo sebagai pemenang dalam pertarungan Pilbup 2018.

Pasangan itu memperoleh 515329 suara atau 56 persen suara. Sedangkan paslon Mardjoko-Ifan Haryanto mendapatkan 408297 suara atau 44 persen suara.

Husein-Sadewo mengungguli lawannya, Mardjoko-Ifan dengan selisih 12 persen suara.

Adapun tingkat partisipasi pemilih dalam Pilbup Banyumas ini mencapai 74,37 persen. Jumlah pengguna hak pilih sebanyak 977.512 dari total jumlah pemilih sebanyak 1.314.312.

Kepala Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) DPC PDI Perjuangan Kabupaten Banyumas Jarot C Setyoko mengatakan, pihaknya mengapresiasi hasil pleno rekapitulasi perolehan suara oleh KPU yang memenangkan Husein-Sadewo.

DPC PDI P sebelumnya telah lebih dulu merilis hasil hitung cepat dan rekapitulasi berjenjang yang hasilnya tak beda jauh dengan penetapan KPU.

"Kita juga lakukan perhitungan dan hasilnya tidak jauh dengan KPU. Kami hormati proses di KPU," katanya

Menyikapi hasil ini, Jarot mengaku pihaknya, baik paslon maupun tim pemenangan tidak akan menggelar deklarasi atas kemenangan yang diraih.

Pihaknya pun tidak berencana untuk merayakan kemenangan ini secara berlebihan sebagai bentuk euforia.

Jika pun ada yang merayakan, kata dia, itu dilakukan atas inisiatif pendukung di wilayah masing-masing. Perayaan oleh pendukung, kata Jarot, biasanya dilakukan dengan menggelar selamatan atau tumpengan secara swadaya.

"Kalau umumnya perayaan mereka swadaya sendiri-sendiri. Paling tumpengan," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved