Operasi Tangkap Tangan

Irwandi Yusuf Pakai Rompi Tahanan KPK, Dia Bantah Terima Fee Proyek Otsus

Irwandi Yusuf: "Saya nggak melanggar apa pun, nggak mengatur fee, nggak ngatur proyek, nggak terima fee, nggak ada janji memberikan sesuatu,"

Irwandi Yusuf Pakai Rompi Tahanan KPK, Dia Bantah Terima Fee Proyek Otsus
TRIBUNNEWS
Irwandi Yusuf 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Setelah dibawa dari Aceh dan diperiksa di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, akhirnya Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan penyidik KPK, Kamis (5/7) dini hari. Irwandi telah mengenakan rompi tahanan warna oranye saat digiring petugas dari Gedung KPK di Jakarta ke mobil tahanan, pada pukul 00.36. Map warna merah dan koper warna merah turut dibawa Irwandi dalam penahanan dirinya ini.

Irwandi tampak santai saat digiring oleh petugas ke mobil tahanan, Dia pun memberikan sedikit pernyataan kepada puluhan wartawan soal kasus korupsi, yang membuatnya ditangkap tim KPK.
Dia tetap bisa tersenyum saat menjawab sejumlah pertanyaan dari wartawan. Dia membantah telah meminta dan menerima uang suap atau fee maupun mengatur proyek terkait dana Otonomi Khusus (Otsus) Provinsi Aceh tahun 2018, seperti sangkaan KPK.

Wakil Ketua KPK Basari Panjatian gelar perkara terkait operasi tangkap tangan (OTT) Wali Kota Cilegon, di kantor KPK Jakarta, Sabtu (23/9/2017).  TRIBUNNEWS/HERUDIN
Wakil Ketua KPK Basari Panjatian  TRIBUNNEWS/HERUDIN (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

"Saya nggak melanggar apa pun, nggak mengatur fee, nggak ngatur proyek, nggak terima fee, nggak ada janji memberikan sesuatu," ujar Irwandi, saat digiring petugas ke mobil tahanan KPK.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah menyatakan, Irwandi Yusuf selaku tersangka ditahan di Rutan Cabang KPK Kav-4 Jakarta, yang berada di belakang Gedung Merah Putih KPK. "Dilakukan penahanan selama 20 hari pertama terhadap dua tersangka," ujar Febri.

Sebelumnya, Irwandi Yusuf, Bupati Bener Meriah, Ahmadi, dan delapan orang lainnya terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) tim KPK di Aceh, pada Selasa (3/7) sore hingga malam. Irwandi ditangkap di rumah dinas Gubernur Aceh, Banda Aceh, sedangkan Ahmadi di Takengon sepulang memberi pembekalan caleg Partai Golkar.

Setelah diperiksa di Mapolda Aceh, mereka dibawa ke Jakarta untuk diperiksa di kantor KPK. Dan setelah menjalani pemeriksaan, Irwandi Yusuf dan Ahmadi ditetapkan sebagai tersangka. KPK menetapkan Irwandi Yusuf sebagai tersangka penerima suap terkait Pengalokasian dan Penyaluran Dana Otsus Aceh tahun anggaran 2018. Sementara, Ahmadi menjadi tersangka pemberi suapnya.
"Diduga pemberian oleh Bupati Bener Meriah kepada Gubernur Aceh sebesar Rp 500 juta, bagian dari Rp 1,5 miliar yang diminta Gubernur Aceh," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam jumpa pers di KPK.

Dua orang pihak swasta diduga orang dekat Irwandi Yusuf juga ditetapkan sebagai tersangka penerima suap. Keduanya adalah Hendra Yuzril dan Saiful Bahri.

Modus dugaan korupsi yang dilakukan para tersangka, yakni pemberian uang dari Ahmadi kepada Irwandi Yusuf dilakukan melalui perantara orang-orang dekat kedua kepala daerah tersebut. "Tim masih mendalami dugaan penerimaan-penerimaan sebelumnya," tegas Basaria.

Dalam OTT di Aceh, pada Selasa sore hingga malam, tim KPK barang bukti diduga terkait suap kedua kepala daerah tersebut berupa uang tunai Rp 50 juta dalam bentuk pecahan Rp 100 ribu dan bukti transaksi pengiriman atau transfer dana Bank BCA dan Mandiri, serta sejumlah dokumen catatan proyek terkait.

KPK menduga pemberian dari Ahmadi untuk Irwandi Yusuf Rp 500 juta itu adalah kali kedua. KPK menduga Bupati Bener Meriah, Ahmadi, mengumpulkan uang suap dari para pengusaha. Duit yang terkumpul diduga disetorkan untuk Irwandi.

Basaria menegaskan, pihaknya akan mendalami dugaan penerimaan suap lain yang dilakukan Irwandi selama memimpin provinsi berotonomi khusus tersebut. Sebab, tak menutup kemungkinan Irwandi menerima suap dari kepala daerah lainnya terkait pengalokasian dan penyaluran dana otsus Aceh. Apalagi, dana otsus untuk Aceh mencapai Rp 8 triliun. (Tribunjateng/Tribun Network/ilh/coz)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved