Penulis Okky Madasari Beberkan Perjalanan Spiritual Saat Rampungkan Buku Ke-8

Karya ini merupakan karya keduanya yang dikhususkan bisa dibaca oleh anak-anak, tak terkecuali oleh semua usia

Tribunjateng.com/Bare Kingkin Kinamu
Okky Madasari usai menyelesaikan buku ke-8 di bulan Juli 2018. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Bare Kingkin Kinamu

TRIBUNJATENG.COM - Teruslah menulis untuk merawat hati nurani dan akal sehat.

Itulah kalimat yang Okky Madasari ungkapkan kepada Tribunjateng.com usai menyelesaikan bukunya yang ke-8.

Buku kedelapannya ini berjudul Mata dan Rahasia Pulau Gapi.

Buku tersebut merupakan novel ketujuhnya, pasalnya Okky Madasari di buku ketujuhnya menulis kumpulan cerita pendek.

Karya ini merupakan karya keduanya yang dikhususkan bisa dibaca oleh anak-anak, tak terkecuali oleh semua usia.

Alumnnus Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada (UGM), itu bercerita jika dengan menulis ia memiliki perjalanan spiritualitas tersendiri.

“Setiap hari saya bangun pagi dengan penuh semangat, tak sabar akan ke mana certia akan membawa saya hari ini," tutur Okky Madasari.

Entrok, 86, Maryam, Pasung Jiwa, Kerumunan Terakhir, Yang Bertahan dan Binasan Perlahan, Mata di Tanah Melus, Mata dan Rahasia Pulau Gapi merupakan deretan karya Okky yang sentimental.

Bagi para pembaca setianya, karya Okky Madasari selalu menyampaikan kritik sosial dengan cara berbeda.

Halaman
12
Penulis: Bare Kingkin Kinamu
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved